JEMBER – Tim dosen Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi Gapoktan SUBUR. Pendampingan berlangsung di Desa Darsono, Kecamatan Patrang, Jember.
Tim mengajarkan pengolahan kulit buah kopi menjadi cascara. Produk tersebut merupakan minuman menyerupai teh dari kulit kopi matang yang dikeringkan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat terdiri atas M. Mardiyanto, S.TP., M.P., Aulia Brilliantina, S.TP., M.P., dan Yulia Rachmawati, S.Si., M.Si.
Sebelumnya, Gapoktan SUBUR mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan kulit kopi. Metode tersebut membuat proses pengeringan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Selain itu, pengeringan terbuka meningkatkan risiko kontaminasi debu dan kotoran. Kondisi tersebut juga memengaruhi warna, aroma, dan tingkat kekeringan cascara.
Karena itu, tim Polije menyerahkan satu unit kabinet dryer. Alat tersebut membantu kelompok mengeringkan kulit kopi dalam ruang tertutup.
“Melalui kabinet dryer, pengeringan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca. Produk lebih terlindungi dari kontaminasi,” jelas M. Mardiyanto.
Selain alat, tim menyusun SOP pembuatan cascara untuk anggota Gapoktan SUBUR. Tim juga mengembangkan kemasan tea bag dan box agar produk lebih praktis.
Ketua Gapoktan SUBUR, Totok Purwanto, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan Polije membantu kelompok meningkatkan produksi dan kesiapan pemasaran.
Kegiatan ini mendapat dukungan anggaran Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pendanaan tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Melalui kolaborasi tersebut, Polije dan Gapoktan SUBUR memanfaatkan limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi. Cascara juga membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani.