Polije Dorong Petani Panti Olah Ubi Jalar Bernilai Tambah

JEMBER — Panen ubi jalar yang melimpah belum selalu meningkatkan pendapatan petani secara optimal. Saat panen raya, peningkatan pasokan dapat menekan harga ubi jalar.

Karena itu, Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi kelompok tani di Desa Panti, Kecamatan Panti, Jember. Polije menjalankan pendampingan tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis inovasi pengolahan ubi jalar.

Melalui program ini, ibu-ibu kelompok tani dan pelaku usaha kue mempelajari pengolahan ubi jalar. Mereka juga mengenal peluang pengembangan produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Desa Panti memiliki potensi produksi ubi jalar yang cukup besar. Namun, petani masih banyak menjual hasil panen dalam bentuk segar.

Akibatnya, petani menghadapi risiko penurunan nilai jual ketika produksi meningkat. Oleh sebab itu, Polije mengenalkan teknik pengolahan ubi jalar menjadi tepung.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan proses pengolahan mulai dari mengupas hingga menjemur ubi. Setelah kering, mereka mengolah ubi tersebut menjadi tepung sebagai bahan pembuatan kue bolu.

Kepala Dusun Panti, M Hidayat, menyambut baik pelatihan yang diberikan Polije kepada masyarakat. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka alternatif pengolahan saat hasil panen melimpah.

“Selama ini ibu-ibu kebingungan ketika panen raya tiba karena ubi jalar melimpah. Dengan pelatihan ini, kami mendapat pengetahuan baru,” ujar Hidayat.

Selain itu, Hidayat berharap masyarakat mampu mengembangkan produk berbahan tepung ubi jalar secara berkelanjutan. “Harapannya, ibu-ibu bisa mengembangkan produk kue dengan bahan tepung ubi jalar,” katanya.

Menurut Hidayat, inovasi tersebut dapat memperbanyak variasi produk sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Karena itu, ia berharap Polije terus mendampingi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi Desa Panti.

Tim Polije yang menjalankan kegiatan tersebut terdiri dari Ratih Putri Damayati, S.Gz., M.Si., Dietisien. Selanjutnya, Ayu Febriyatna, S.ST., M.Gizi., dan Firda Agustin, S.Si., M.Si., turut bergabung dalam tim.

Kemudian, M. Rizal Permadi, S.Gz., M.Gizi., Dietisien, serta Ir. Heri Warsito, M.P., melengkapi tim pelaksana. Bersama masyarakat, seluruh tim mengembangkan pengolahan ubi jalar menjadi produk bernilai tambah.