JEMBER – Teaching Factory (Tefa) Ultra High Temperature (UHT) Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Pelatihan Operasional Mesin UHT, Rabu (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyiapkan calon pekerja agar menguasai keahlian khusus di industri pengolahan susu.
“Pelatihan ini menyiapkan calon pegawai dalam menguasai keterampilan baik teori maupun praktik mengenai Operasional Teknologi Mesin UHT,” ucap Manajer Tefa UHT Polije, Hutama Puranto Aji.
Menurut Hutama, para pekerja di bidang pengolahan pangan wajib menguasai kompetensi softskill maupun hardskill. Pihaknya menggelar pelatihan intensif tersebut selama empat hari untuk membimbing tiga peserta dari KUMKM Sundana Bandung.
“Kegiatan pelatihan ini menjadi langkah positif dalam membangun kolaborasi dan kepercayaan industri akan kehadiran Tefa UHT,” ujar Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P., Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije.
Yossi menambahkan bahwa program ini sukses meningkatkan pengakuan industri terhadap fasilitas praktikum kampus. Ke depan, Tefa UHT siap menampung lebih banyak mahasiswa maupun calon tenaga kerja profesional untuk memperdalam kemampuan teknis mereka.
“Kolaborasi ini juga meningkatkan penerimaan Tefa UHT di Dunia Kerja dan Dunia Industri,” imbuh Yossi saat memberikan sambutan.
Sementara itu, perwakilan peserta menyambut baik kesempatan belajar langsung di pabrik percontohan milik Polije ini. Mereka menganggap fasilitas mesin di kampus ini menjadi rujukan terbaik yang merepresentasikan tempat usaha mereka.
“Kami mencari referensi lokasi yang merepresentasikan tempat usaha kami untuk kami pelajari, dan ini hanya ada di Polije. Kami akan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik,” ungkap salah satu peserta dari KUMKM Sundana.
Setelah pelatihan ini selesai, kedua belah pihak berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi jangka panjang. Rencana kerja sama tersebut mencakup pengembangan kualitas produk serta pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.