
JEMBER – Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan inovasi Greenhouse Dryer bagi petani kopi Desa Sumbersalak, Ledokombo, Jember. Inovasi tersebut mempercepat pengeringan sekaligus membantu menjaga kualitas biji kopi.
Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian (HMJ-TP) juga mendampingi petani mengembangkan pemasaran digital. Pendampingan mencakup branding, pengemasan, hingga pengelolaan toko melalui berbagai marketplace.
Desa Sumbersalak memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. Namun, petani masih menghadapi kendala pengeringan, terutama saat cuaca kurang mendukung.
Karena itu, mahasiswa mengembangkan Greenhouse Dryer dengan efek rumah kaca dan sistem blower. Teknologi tersebut memangkas waktu pengeringan dari lima hingga enam hari menjadi sekitar tiga hari.
Perangkat Desa Sumbersalak, Haris Naufal, mengapresiasi teknologi yang mahasiswa hadirkan. Menurutnya, fasilitas tersebut menjawab kebutuhan petani dalam mempercepat proses pengeringan.
“Inovasi pengering tenaga surya ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Pengeringan manual biasanya memakan waktu 5–6 hari, tapi dengan alat ini 3 hari sudah kering,” ungkap Haris Naufal.
Sementara itu, Ketua kelompok tani setempat, Moh. Alfarisin, menilai teknologi tersebut membantu petani menjaga kualitas hasil panen. Ia juga berharap inovasi berlanjut hingga proses pengolahan dan pemasaran.
“Percepatan pengeringan sangat membantu menjaga kualitas panen. Kami berharap efisiensi ini terus berlanjut hingga tahap pengolahan dan pemasaran,” ujar Moh. Alfarisin.
Selain teknologi pascapanen, tim memanfaatkan kulit kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Mahasiswa mendampingi pemuda desa dan kelompok tani mengolah limbah melalui proses fermentasi.
Program tersebut juga memperkenalkan strategi digital marketing untuk memperluas pasar kopi dan produk olahan desa. Dengan demikian, masyarakat memperoleh keterampilan dari proses produksi hingga pemasaran.
Melalui integrasi teknologi, ekonomi sirkular, dan pemasaran digital, PPK Ormawa HMJ-TP Polije mendorong peningkatan nilai tambah kopi Sumbersalak. Program ini sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat menuju kemandirian ekonomi desa.