BONDOWOSO – UMKM Hoogland Coffee membuka peluang lebar untuk menembus pasar ekspor. Tim Polije memberikan pendampingan produksi secara langsung.
Program pengabdian masyarakat ini meningkatkan daya saing komoditas kopi lokal. Langkah ini bertujuan memenuhi standar ketat pasar internasional.
Tim Polije memfokuskan pendampingan pada penerapan GMP dan sistem HACCP. Para akademisi juga menghibahkan mesin coffee huller.
Mesin pengupas kulit tanduk ini mempercepat pengolahan pascapanen kopi. Pembenahan standar mutu juga menjaga kebersihan produk secara konsisten.
“Pendampingan dari tim Politeknik Negeri Jember sangat membantu kami,” puji Mitra Hoogland Coffee, Muhammad Hermansyah.
Ia merasa optimistis setelah menerima bantuan teknologi mesin dan pelatihan mutu. Usahanya makin mantap melangkah ke pasar internasional.
“Kami memperoleh bekal penting untuk memenuhi persyaratan pasar ekspor,” tegas Muhammad Hermansyah.
Akademisi menekankan pentingnya keselarasan antara pemanfaatan teknologi dan manajemen kebersihan. Penilaian kualitas kopi tidak hanya bergantung pada cita rasa.
“Teknologi memberikan manfaat maksimal jika didukung sistem produksi yang baik,” kata Ketua Tim Pengabdian Polije, Shinta Widyaningtyas.
Pihak kampus berharap pelaku usaha menerapkan pendampingan ini secara konsisten. Kolaborasi ini membuktikan kontribusi Polije bagi dunia usaha.
“Melalui kegiatan ini kami membantu Hoogland Coffee menghasilkan produk bermutu,” tutup Shinta Widyaningtyas.