Polije Bersama BPJS Ketenagakerjaan MoU Wujudkan Lingkungan Kampus Terlindungi

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis guna memberikan perlindungan jaminan sosial komprehensif. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan vokasi yang aman, produktif, serta terlindungi bagi seluruh civitas academica.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyambut hangat kedatangan jajaran BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Rektorat Polije. Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan seluruh elemen kampus menjadi fokus perhatian utama manajemen lembaga.

Aktivitas akademik serta operasional di enam kampus Polije memiliki dinamika dan risiko kerja yang nyata. Oleh karena itu, Polije memandang perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan institusi.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa sekaligus mendukung kesiapan mereka memasuki dunia industri,” ujar Saiful Anwar.

Saiful Anwar berharap komitmen perlindungan ini segera terlembaga secara formal dan terstruktur melalui dokumen kerja sama teknis. Pihaknya ingin jaminan keselamatan ini mampu menjangkau aktivitas civitas academica hingga ke luar wilayah Jember.

“Kami berharap komitmen ini dapat dituangkan melalui MoU dan perjanjian kerja sama teknis sehingga pelaksanaannya terkoordinasi,” tambah Saiful Anwar.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember, Dadang Komarudin, mengapresiasi tinggi langkah proaktif pimpinan Polije. Pihaknya siap memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja pendukung di lingkungan kampus.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang memberikan perlindungan terhadap risiko kerja,” tutur Dadang Komarudin.

Dadang menambahkan bahwa kolaborasi ini juga menyasar perlindungan tenaga kerja non-ASN serta pekerja pendukung kampus lainnya. Pihaknya berkomitmen mengawal pembentukan ekosistem kampus yang produktif serta terproteksi secara berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang produktif dan aman,” pungkas Dadang Komarudin.