SIDOARJO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) memberdayakan UMKM Bakso Cak Tris. Program berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 di Keboananom, Gedangan, Sidoarjo.
Program tersebut menggabungkan teknologi produksi, digitalisasi pemasaran, dan pembukuan keuangan. Tim menjalankan program melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun Anggaran 2026.
Tim dipimpin Sekar Ayu Wulandari, S.TP., M.M. Ia bekerja bersama Ahmad Haris Hasanuddin Slamet, S.TP., M.P., dan Dini Nafisatul Mutmainah, S.Tr.P., M.Tr.P. Dua mahasiswa Polije, Wandilon dan Ibnu Adhe Chandra Perkasa, turut terlibat.
Sebelumnya, mitra masih menggunakan jasa pihak lain untuk mencampur adonan. Pencetakan bakso juga masih berlangsung secara manual sehingga membatasi kapasitas produksi.
Karena itu, tim memberikan mesin mixer, mesin pencetak bakso, chest freezer, dan vacuum sealer. Tim juga memberikan berbagai peralatan pendukung produksi.
“Program ini bukan sekadar memberikan alat. Kami juga meningkatkan kemampuan mitra menggunakan teknologi secara mandiri,” ujar Sekar Ayu Wulandari.
Selain teknologi produksi, tim mendorong pengembangan bakso beku atau frozen food. Tim juga mengembangkan website baksocaktris.com sebagai kanal informasi dan pemasaran digital.
“Kami berharap teknologi ini membantu mempercepat produksi dan menjaga kualitas produk. Dengan begitu, usaha dapat berkembang dan menjangkau konsumen lebih luas,” ujar Sutrisno, pemilik UMKM Bakso Cak Tris.
Tim kemudian mendampingi mitra mengelola media sosial dan membuat konten promosi. Pendampingan tersebut membantu mitra membangun pola pemasaran yang lebih terstruktur.
Pada aspek manajemen, tim memperkenalkan pembukuan keuangan digital. Melalui integrasi teknologi, pemasaran, dan keuangan, Polije berharap Bakso Cak Tris semakin kompetitif dan mandiri.