Tim Pengabdian Polije Dampingi Kelompok Tani Banyuwangi Sulap Kelapa Jadi Pelet Biomassa dan Cocopeat

BANYUWANGI – Petani di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi kini berhasil mengolah limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi. Langkah ini terwujud melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Kelompok Tani Kelapa Lestari memelopori pengolahan batok dan serabut kelapa menjadi pelet biomassa serta cocopeat. Inovasi ini mengubah limbah pertanian menjadi sumber pendapatan baru bagi para petani lokal.

Desa Karangsari sendiri menyimpan potensi komoditas kelapa yang sangat besar. Kelompok tani setempat mampu memproduksi sekitar 1.200 buah kelapa setiap dua bulan dari lahan seluas 1,3 hektare.

Aktivitas produksi yang tinggi tersebut menghasilkan tumpukan limbah serabut dan batok kelapa. Jika warga membiarkannya, limbah tersebut berpotensi memicu masalah lingkungan di area pemukiman.

Tim pengabdian hadir membawa solusi teknologi tepat guna (TTG) untuk memproses limbah tersebut. Mereka menyerahkan mesin pemecah, mesin penghalus, serta mesin ekstruder pelet biomassa kepada kelompok tani.

“Program ini mengonversi limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi sebagai sumber pendapatan tambahan petani,” ujar perwakilan tim pengabdian, Dimas Triardianto, S.T., M.Sc.

Para petani juga menerima pelatihan teknis dan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi. Pelatihan ini memastikan kelompok tani mampu mengoperasikan seluruh mesin secara mandiri dan konsisten.

Selain aspek produksi, tim pengabdian membekali petani dengan strategi pemasaran digital. Langkah ini memperluas jangkauan penjualan produk pelet biomassa dan cocopeat hingga luar wilayah desa.

Tim pengabdian menekankan pentingnya pembentukan rantai usaha yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Integrasi teknologi dan pemasaran digital menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kami mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, peningkatan keterampilan produksi, hingga pemasaran produk secara digital,” tambah anggota tim, Elok Kurnia Novita Sari, S.TP., M.P.

Rangkaian kegiatan ini menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal di Banyuwangi. Pengolahan limbah kelapa kini berhasil membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.