[pll_switcher dropdown="1" show_flags="1" show_names="1"]

Polije dan Desa Badean Olah Limbah Kopi Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Program ini sekaligus mendorong penguatan tata kelola dan transformasi digital UMKM desa.

Desa Badean memiliki potensi agroindustri kopi melalui aktivitas kelompok tani. Namun, proses produksi kopi menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar yang belum termanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat Polije mengenalkan teknologi pengolahan limbah berbasis circular economy. Tim mengolah kulit kopi melalui proses pencacahan, penggunaan bioaktivator, dan fermentasi hingga menghasilkan pupuk organik bernilai ekonomi.

Selain pengolahan limbah, program ini memperkuat kemampuan UMKM dalam mengelola usaha. Tim memberikan pendampingan pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan sederhana, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk promosi.

Tim Polije menerapkan pendekatan partisipatif dalam setiap tahapan kegiatan. Mitra mengikuti proses identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi program.

Tim juga menggunakan metode learning by doing dalam pelatihan pengolahan limbah kulit kopi. Melalui metode tersebut, peserta dapat langsung mempraktikkan proses produksi dan memahami tahapan pengolahan secara mandiri.

Program ini dipimpin Fitriya Andriyani, S.Pd., M.Akun., bersama Lintang Anis Bena Kinanti, S.M.B., M.M., Dinu Saadillah, S.T., M.MT., dan Dr. R. Alamsyah Sutantio, S.E., M.Si. Kegiatan mendapat dukungan melalui hibah sumber dana PNBP Polije.

Selanjutnya, tim melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan kapasitas masyarakat. Pendampingan juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pengolahan limbah dan penerapan transformasi digital UMKM Desa Badean.

Melalui program ini, Polije mendorong Desa Badean memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber nilai tambah. Integrasi teknologi pengolahan limbah dan tata kelola digital diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.