JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengkaji dampak kenaikan harga pakan terhadap usaha penggemukan domba di CV. Gumukmas Multi Farm, Jember. Penelitian Jurusan Manajemen Agribisnis ini merupakan bagian dari program Penelitian PNBP 2026 Polije.
Tim peneliti terdiri atas Rallyanta Tarigan, S.E., M.Si., Purwobo, S.Agr., M.P., dan Estin Roso Pristiwaningsih, S.ST., M.Tr.P. Selain itu, tim melibatkan Fairuz Nadhifah, S.E., M.Si., Taufik Hidayat, S.E., M.Si., serta Linda Ekadewi Widyatami, S.P., M.P.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pakan menyerap sekitar 70 persen biaya produksi. Oleh karena itu, tim menetapkan kenaikan harga pakan sebagai risiko tertinggi, dengan skor 25 dari 25.
“Kenaikan harga konsentrat 10 persen saja dapat menambah pengeluaran sekitar Rp2,35 juta per bulan,” ujar Rallyanta Tarigan.
CV. Gumukmas Multi Farm telah menjalankan usaha sejak 2010. Saat ini, peternakan tersebut memiliki sembilan kandang berkapasitas sekitar 2.000 ekor. Selain mempekerjakan tujuh tenaga kerja, pengelola memelihara sekitar 300 ekor domba saat pengumpulan data.
Setiap bulan, peternakan membutuhkan sekitar lima ton konsentrat dengan harga Rp4.700 per kilogram. Berdasarkan simulasi tim, kenaikan harga 20 persen menambah biaya Rp4,7 juta per bulan. Sementara itu, kenaikan 30 persen meningkatkan pengeluaran Rp7,05 juta per bulan atau Rp84,6 juta per tahun.
Untuk mengatasi risiko tersebut, tim merekomendasikan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pembelian dan penyimpanan pakan. Melalui SOP ini, pengelola dapat membandingkan harga pemasok, memeriksa mutu, dan mencatat persediaan secara teratur.
“Pengelola perlu membandingkan harga pemasok, memeriksa mutu pakan, dan mencatat persediaan secara berkala. Dengan demikian, peternak dapat mengendalikan biaya berdasarkan data,” jelas Rallyanta.
Selain memperbaiki pencatatan biaya, tim mendorong pengelola menguji bahan pakan lokal sebagai alternatif konsentrat. Misalnya, peternak dapat memanfaatkan limbah tebu, batang jagung, dan kulit singkong. Namun, pengelola perlu memeriksa kualitas nutrisinya sebelum menggunakan bahan tersebut. Peternakan juga dapat mengoptimalkan lahan hijauan seluas satu hektare.
Melalui penelitian PNBP 2026 ini, Polije berharap pengelola mampu menekan biaya pakan. Pada akhirnya, pengendalian biaya yang lebih baik dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha penggemukan domba.