JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat pengembangan Teaching Factory (TeFa) pengolahan susu melalui pendampingan Tim Pakar IPB University. Kegiatan ini mendukung penyusunan Pra-Studi Kelayakan (Pra-FS) dan Roadmap Hilirisasi 2026 untuk produk susu UHT Polije.
Tim Pakar IPB University bersama tim peneliti Polije menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) dan mengunjungi fasilitas TeFa pengolahan susu, Rabu (21/10/2026). Diskusi ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai data dasar lima pilar kelayakan, yaitu teknis, pasar, keuangan dan risiko, legal, serta hilirisasi.
Melalui diskusi dan kunjungan lapangan tersebut, tim meninjau kondisi fasilitas serta proses pengolahan susu secara langsung. Hasil pendampingan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kajian kelayakan dan peta jalan hilirisasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan TeFa Polije.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa pengembangan TeFa melibatkan kolaborasi lintas jurusan. Tiga jurusan yang terlibat meliputi Peternakan, Teknologi Pertanian, dan Teknik.
“TeFa menjadi sarana mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik sekaligus mengembangkan inovasi. Karena itu, kami mendorong kolaborasi lintas jurusan agar menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” ujar Saiful.
Selain memperkuat pembelajaran vokasi, Polije juga menjaga kualitas produk melalui pengawasan setiap tahap produksi. Proses tersebut mencakup penanganan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Polije juga mendorong pemenuhan standar keamanan pangan, perizinan, dan sertifikasi halal.
Ketua Tim Pakar IPB University, Drh. I Ketut Mudite Adnyane, M.Si., Ph.D., AHVet.(K), mengapresiasi pengembangan TeFa Polije. Menurutnya, pendidikan vokasi perlu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
“Pengembangan TeFa perlu memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menghasilkan produk komersial. Pengelola juga perlu memperhatikan kualitas, kebutuhan pengguna, dan peluang penerapan inovasi,” jelas I Ketut.
Polije menargetkan produk susu UHT sebagai salah satu hasil hilirisasi TeFa. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pembelajaran praktik mahasiswa, mendorong inovasi, serta meningkatkan nilai tambah produk.