JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menutup Pelatihan Program SMK Go Global Bidang Plantation Sawit Worker Batch 2. Sebanyak 29 peserta mengikuti pelatihan selama 14 hari sebagai bekal bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit Malaysia.
Penutupan ini menandai berakhirnya tahap pembekalan sebelum peserta menghadapi uji kompetensi dan proses penempatan kerja. Melalui program tersebut, Polije bersama BP3MI Jawa Timur menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dan profesional.
Koordinator P4MI Banyuwangi, Panji Tri Nugrho, mengapresiasi kolaborasi Polije dalam penyelenggaraan pelatihan. Ia menilai para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan.
“Kami mengapresiasi Polije atas kolaborasi dalam pelatihan ini. Kami berharap peserta memanfaatkan bekal yang diperoleh untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi,” ujar Panji.
Menjelang penutupan, Panji mengingatkan peserta agar mempelajari kembali materi pelatihan. Selain itu, mereka perlu mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi dan wawancara dengan pengguna tenaga kerja (user).
“Peserta perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi uji kompetensi dan wawancara. Mereka juga harus menjaga komunikasi melalui grup WhatsApp agar kendala penempatan segera mendapat tindak lanjut,” jelas Panji.
Panji juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan negara tujuan. Menurutnya, pekerja migran perlu menaati kontrak kerja, menjaga keselamatan, dan membawa nama baik Indonesia.
Sementara itu, perwakilan Polije, Ir. Hendra Yufit Riskiawan, S.Kom., M.Cs., mengapresiasi kepercayaan BP3MI Jawa Timur. Ia berharap seluruh peserta mampu melewati uji kompetensi dan memenuhi standar keterampilan perusahaan di Malaysia.
“Kami berterima kasih kepada BP3MI Jawa Timur atas kepercayaan dan kerja sama dalam pelatihan ini. Semoga seluruh peserta mampu menerapkan keterampilan yang telah mereka pelajari,” ujar Hendra.
Hendra menegaskan bahwa peserta perlu menjaga kesiapan fisik dan mental saat memasuki dunia kerja. Selain mengutamakan keselamatan, mereka juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan keluarga dan sesama pekerja.
“Kami berharap peserta dapat bekerja secara profesional, menjaga kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat. Kami juga berharap penghasilan mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambah Hendra.
Melalui pelatihan ini, Polije dan BP3MI Jawa Timur berharap peserta siap melanjutkan proses seleksi dan penempatan. Dengan kompetensi serta kedisiplinan yang baik, mereka diharapkan mampu bekerja secara profesional di Malaysia.