JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Pelatihan Penerjemahan Teks Umum dan Training of Trainers (ToT) bagi calon pelatih serta asesor kompetensi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) institusi.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti keunggulan Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) dalam penguasaan bahasa asing untuk mendukung daya saing global lulusan.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat kerja sama antarpihak. Kesepakatan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas layanan bahasa, serta kolaborasi berkelanjutan.
Polije juga memperkuat kompetensi bahasa melalui layanan UPA Bahasa yang menyelenggarakan pelatihan dan pengujian TOEFL serta IELTS. Melalui pelatihan ini, dosen berpeluang mengembangkan keahlian penerjemahan dan kemampuan melatih peserta lain.
“Pelatihan ini kami hadirkan guna membekali dosen dengan kompetensi penerjemahan sekaligus mencetak pelatih bersertifikat,” ujar Agung Wahyono.
Agung menjelaskan bahwa dosen yang memenuhi persyaratan sertifikasi dapat berkontribusi dalam pelatihan dan sertifikasi kompetensi penerjemah. Selanjutnya, mereka juga dapat membagikan pengetahuan serta keterampilan kepada mahasiswa.
“Penguasaan bahasa asing dan sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi persaingan di pasar global,” ungkap Agung.
Sementara itu, kegiatan hari kedua berfokus pada peningkatan kemampuan tenaga akademik dan teknisi dalam mengoptimalkan perangkat lunak. Peserta juga mempelajari fitur Remote Simultaneous Interpreting (RSI) untuk mendukung layanan interpretasi jarak jauh.
Melalui pelatihan dan penandatanganan MoU tersebut, Polije mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat jejaring kerja sama. Upaya ini diharapkan mendukung pengembangan layanan bahasa, pendidikan vokasi, dan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri internasional.