BONDOWOSO – Tim Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Hoogland Coffee, Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, tim akademisi menerjunkan penerapan mesin huller guna mengakselerasi kualitas green bean menuju pasar ekspor.
Selanjutnya, kegiatan yang dipimpin oleh Shinta Widyaningtyas ini fokus pada standarisasi mutu kopi robusta. Tim dosen merancang langkah ini guna meningkatkan nilai jual serta daya saing produk lokal di tingkat internasional.
Para akademisi memberikan mesin huller modern guna mengatasi ketergantungan pelaku usaha pada sistem sewa alat. Selain itu, pemanfaatan mesin baru ini mampu menjaga konsistensi mutu olahan biji kopi secara berkala.
“Kami melihat ada celah di pasar ekspor untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi robusta secara kompetitif,” ujar Perwakilan Hoogland Coffee.
Perwakilan usaha menjelaskan bahwa kepemilikan alat pengolahan mandiri membantu memangkas biaya operasional harian. Dengan demikian, pihak pengelola dapat memproduksi green bean berkualitas tinggi secara lebih efisien.
Selain menghibahkan mesin huller, tim dosen memberikan pendampingan teknis mengenai tahapan pemilahan mutu biji kopi. Langkah pendampingan ini bertujuan agar olahan kopi memenuhi standar mutu komoditas ekspor.
Bahkan, tim Polije turut memfasilitasi pengujian mutu fisik biji kopi guna memastikan standar mutu produk. Tampilan hasil olahan mesin huller ini terbukti menghasilkan biji kopi yang lebih bersih dan utuh.
“Peralatan mandiri ini mempermudah kami menghasilkan produk yang konsisten dan terbaik bagi konsumen,” tambah Perwakilan Hoogland Coffee.
Oleh sebab itu, pihak pengelola mengapresiasi kontribusi nyata tim pengabdi dalam memperkuat rantai produksi kopi Bondowoso. Pihaknya optimistis produk kopi robusta lokal siap menembus pasar global.
Pada akhirnya, program hibah pengabdian ini membuktikan komitmen Polije dalam mengungkit daya saing komoditas unggulan daerah.