
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama PT Rolas Nusantara Medika melangkah ke tahap koordinasi awal untuk mematangkan rencana kerja sama pendampingan pengolahan sampah organik. Pertemuan ini berlangsung di yayasan pesantren Kabupaten Jember demi menyamakan persepsi penyusunan konsep besar program lingkungan.
Kerja sama ini mengusung pola tripartit demi menghadirkan solusi nyata atas permasalahan sampah organik. Selain itu, program pendampingan ini sekaligus bertujuan menumbuhkan jiwa peduli lingkungan di kalangan para santri.
Perwakilan PT Rolas, Tony Hermawan, menegaskan bahwa kolaborasi bersama Polije berfokus pada penyelesaian masalah sampah serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kemitraan strategis ini dapat menciptakan ekosistem pengelolaan limbah yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini memberikan solusi atas permasalahan sampah organik yang belum terolah sekaligus membangun kepedulian lingkungan pesantren,” ujar perwakilan PT Rolas, Tony Hermawan.
Sementara itu, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P., Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, menyambut terbuka sinergi strategis tersebut. Pihaknya telah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah organik yang kini aktif beroperasi di lingkungan kampus.
Lebih lanjut, Polije berkomitmen mengedukasi masyarakat pesantren dalam mengolah sampah menjadi budidaya maggot dan pupuk kompos bernilai guna. Langkah ini menjadi wujud nyata pengabdian kampus terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
“Polije siap mendampingi pesantren dalam meningkatkan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai guna,” ujar Dr. Yossi Wibisono.
Sebagai langkah awal, kedua pihak beserta yayasan pesantren akan menandatangani dokumen Memorandum of Understanding (MoU) tripartit. Selanjutnya, tim gabungan akan mematangkan konsep teknis serta menjalankan pendampingan secara langsung di lapangan.