PT Nuart Jidoka Utama Kota Bekasi menjalin komunikasi dengan Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk mempercepat pengembangan santan cair berbasis teknologi Ultra High Temperature (UHT). Perusahaan tersebut menggandeng Polije sebagai mitra uji coba produk yang tengah dikembangkan bersama PT Tabura Gentri Nusantara.
Trainer PT Nuart Jidoka Utama, Shadiqy, menilai fasilitas Teaching Factory (Tefa) Polije mampu mendukung proses pengembangan produk hingga tahap produksi skala industri.
“Kami sangat terkesan dengan fasilitas, peralatan, dan sistem kolaborasi yang dimiliki Polije,” ujarnya.
Saat ini, tim PT Nuart Jidoka Utama telah menyelesaikan formulasi santan cair di laboratorium. Tim selanjutnya akan menguji formula tersebut pada lini produksi UHT untuk memastikan kualitas dan stabilitas produk.
“Kami perlu melihat bagaimana formulasi yang sudah kami kembangkan bekerja dalam proses produksi yang sebenarnya,” kata Shadiqy.
Selain fokus pada produk, perusahaan juga mendorong pengembangan teknologi pengolahan pangan dalam negeri. Karena itu, PT Nuart Jidoka Utama membuka peluang kolaborasi yang melibatkan mahasiswa Polije.
“Kami ingin melibatkan mahasiswa Polije dalam proses perancangan dan manufaktur mesin UHT,” tambahnya.
Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P., menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa Tefa Polije memang hadir untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Tefa hadir untuk memfasilitasi kebutuhan industri dengan prinsip utama mendukung kegiatan akademik dan peningkatan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.
Yossi menambahkan, kolaborasi dengan industri memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
“Mahasiswa dapat terlibat dalam validasi proses, penyusunan SOP, hingga pengembangan produk bersama industri,” jelasnya.
Kedua pihak kini menyiapkan tahapan kerja yang mencakup trial produksi, evaluasi hasil, dan pengembangan teknologi lanjutan. Mereka berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat inovasi pangan sekaligus mendukung pengembangan teknologi UHT buatan Indonesia.