
JEMBER – Lima mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil menciptakan inovasi agens biokontrol berbasis mikroorganisme potensial. Oleh karena itu, tim Riset Eksakta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini mengolah bakteri dari larva Lepidiota stigma atau uret.
Langkah inovatif ini bertujuan untuk mengendalikan serangan penyakit pada tanaman padi serta kubis secara ramah lingkungan. Selain itu, riset ini mampu menekan pencemaran residu pestisida di lahan pertanian.
Gallyndra Fatkhu Dinata, S.P., M.P. mendampingi langsung seluruh proses riset tim mahasiswa Polije tersebut. Bahkan, tim peneliti ini beranggotakan Anas Kamal Satria, Risma Azizatur Rofiqoh, Rizqiyatul Mauluda H, Hanni Syafia Rahmawati, dan Naufal Abid Rizqon.
Ketua tim, Anas Kamal Satria, menjelaskan bahwa ide awal riset berawal dari keresahan terhadap penurunan produktivitas tanaman. Sebab, bakteri Xanthomonas oryzae memicu hawar daun padi dan Xanthomonas campestris menyebabkan busuk hitam pada kubis.
“Melalui riset ini kami harap dapat menghadirkan solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan penyakit tanaman,” ujar Ketua Tim PKM Polije, Anas Kamal Satria.
Selanjutnya, larva uret yang merupakan hama perkebunan justru menyimpan isolat bakteri bermanfaat. Pasalnya, bakteri selulolitik asal larva uret ini menghasilkan enzim dan metabolit untuk membasmi patogen serta mengurai residu kimia.
Kemudian, tim riset merancang teknologi biokontrol ini agar dapat memulihkan kualitas tanah pertanian yang tercemar pestisida. Akhirnya, hasil penelitian ini memberikan alternatif nyata bagi para petani dalam menjaga kesehatan ekosistem kebun.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan,” tambah Anas Kamal Satria.
Sementara itu, pihak kampus terus mendukung penuh keterlibatan mahasiswa dalam program kreativitas dan riset terapan tersebut. Keterlibatan ini menjadi wadah penguatan ide serta kreativitas mahasiswa agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.