Polije Serap Teknologi Pengawetan Pangan Modern Di Tiongkok

CHINA – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat kompetensi pengolahan pangan melalui pengiriman utusan ke Tiongkok. Dalam kesempatan tersebut, Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan, Dr. Elly Kurniawati, mendalami materi Food Additives Applications Technology.

Program internasional hasil kolaborasi HOPE Indonesia dan Jiaxing Vocational Technical College ini berlangsung pada 15 Agustus hingga 15 September 2026. Melalui kegiatan ini, keikutsertaan dosen bertujuan menyerap pemanfaatan bahan tambahan pangan secara efisien, aman, dan berstandar internasional.

Selama program berjalan, Elly mempelajari formulasi bahan tambahan, teknik pengawetan alami, serta peningkatan mutu produk olahan. Di sisi lain, penguasaan teknologi ini memberikan solusi pemanjangan masa simpan tanpa mengurangi kandungan gizi produk.

Secara langsung, penguasaan materi formulasi pangan memperkokoh komitmen Polije dalam mengintegrasikan standar keamanan ke dalam kurikulum perkuliahan. Langkah ini memastikan pengetahuan sains bahan pangan tersebut akan memperkaya wawasan praktikum para mahasiswa Polije.

“Penerapan teknologi bahan tambahan pangan terbukti meningkatkan efisiensi proses pengolahan dan menjaga kualitas produk,” ujar Dosen Utusan Polije, Dr. Elly Kurniawati.

Lebih lanjut, Elly menjelaskan bahwa integrasi formulasi presisi dan standar keamanan mempermudah inovasi produk pangan fungsional. Pihaknya menilai efisiensi teknologi formulasi Tiongkok sangat relevan untuk memperkuat ekosistem riset terapan di Polije.

“Kami akan menerapkan materi aplikasi teknologi bahan tambahan pangan ini untuk kemajuan pembelajaran mahasiswa Polije,” tambah Dr. Elly Kurniawati.

Selain itu, Polije siap mengadopsi modul pengolahan modern ini ke dalam praktikum teknologi rekayasa pangan. Dampaknya, lulusan Polije akan semakin siap menghadapi persaingan industri olahan pangan global.

Pada akhirnya, penguasaan formulasi sains pangan ini membuktikan peran aktif kampus vokasi dalam mendukung ketahanan pangan. Kemitraan internasional tersebut sekaligus memperluas jejaring akademis Polije pada tingkat dunia.