
JEMBER – Tim dosen Politeknik Negeri Jember menginisiasi program pemanfaatan limbah kopi di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Langkah strategis ini bertujuan menciptakan ekonomi sirkular berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Pemanfaatan limbah agroindustri ini mampu memangkas timbulan sampah kopi hingga lebih dari 80 persen. Tim peneliti mengolah kulit kopi menjadi briket arang bernilai ekonomis untuk kebutuhan harian.
Ketua Tim Pengabdian Polije, Lintang Anis Bena Kinanti, menjelaskan bahwa program ini menjawab tantangan lingkungan secara terpadu. Pihaknya merangkul BUMDes setempat sebagai penggerak utama pengembangan desa wisata berbasis sirkular.
“Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal berbasis komoditas kopi,” ujar Ketua Tim Pengabdian Polije, Lintang Anis Bena Kinanti.
Selain mengolah briket, tim Polije membekali warga dengan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital. Penguatan kapasitas ini bertujuan mendukung promosi wisata edukasi Puncak Badean secara meluas.
Sinergi dosen Polije bersama masyarakat dapat membuka peluang usaha baru yang mandiri. Pihaknya berkomitmen mengawal penerapan teknologi ini demi mewujudkan Desa Badean sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan.