Polije Dampingi Petani Probolinggo Olah Daun Gamal Jadi Silase dan Pupuk Organik

PROBOLINGGO – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi petani dan peternak di Desa Ranukem, Kabupaten Probolinggo, mengolah daun gamal menjadi pakan silase dan pupuk organik. Melalui program ini, Polije mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Sebanyak 119 anggota Kelompok Tani Hutan mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, RDI, Bappenas, Universitas Gadjah Mada, PT POMI, dan Polije berkolaborasi mendukung kegiatan ini.

Polije menghadirkan Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., dan Nur Muhamad, S.Pt., M.Sc., dosen Program Studi Diploma Tiga Produksi Ternak. Keduanya memberikan pelatihan teori dan praktik. Sementara itu, Aksa Narendra Agung Wicaksono, mahasiswa Program Studi Teknologi Pakan Ternak, turut mendampingi peserta.

Perwakilan RDI, AB Darmawan, menilai kolaborasi menjadi kunci pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sinergi antarlembaga mempercepat penerapan inovasi di lapangan.

“Kami ingin masyarakat memperoleh pendampingan yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan. Karena itu, kolaborasi dengan Polije menjadi langkah penting,” ujar AB Darmawan.

AB Darmawan juga mengapresiasi kontribusi Polije dalam program tersebut yang dapat membantu para petani di daerahnya.

“Polije berhasil menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang aplikatif. Kami berharap kolaborasi ini terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya, Rizki Amalia Nurfitriani menjelaskan bahwa daun gamal memiliki potensi besar sebagai hijauan pakan ternak. Teknologi silase menjaga kualitas nutrisi sehingga ketersediaan pakan tetap terjamin.

“Daun gamal memiliki kandungan nutrisi yang baik. Teknologi silase membantu menjaga kualitas hijauan untuk kebutuhan pakan ternak,” jelas Rizki.

Rizki menambahkan bahwa pemanfaatan seluruh bagian tanaman gamal mendukung ekonomi sirkular sekaligus membuka peluang usaha.

“Kami berharap masyarakat mengembangkan teknologi ini menjadi peluang usaha yang meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Ke depan, Polije akan melanjutkan pendampingan kepada kelompok tani. Dengan demikian, masyarakat dapat menerapkan teknologi secara mandiri sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.