Dosen Polije Pelajari Teknologi Drone Pertanian di Tiongkok

CHINA – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat penguasaan teknologi akurat melalui pengiriman utusan ke Tiongkok. Dalam kesempatan tersebut, Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan, Dr. Elly Kurniawati, mendalami materi The Development and Application of Drones for Modern Agriculture.

Program internasional hasil kolaborasi HOPE Indonesia dan Jiaxing Vocational Technical College ini berlangsung pada 15 Agustus hingga 15 September 2026. Melalui kegiatan ini, keikutsertaan dosen bertujuan menyerap pemanfaatan wahana nirawak untuk pemetaan lahan dan pemantauan kesehatan tanaman.

Selama program berjalan, Elly mempelajari perkembangan teknologi sensor drone, sistem penyemprotan otomatis, serta analisis data spasial lahan. Di sisi lain, pengoperasian alat penerbang cerdas ini memberi solusi efisiensi tenaga kerja pada sektor perkebunan luas.

Secara langsung, penguasaan materi drone pertanian memperkokoh komitmen Polije dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam kurikulum perkuliahan. Langkah ini memastikan pengetahuan otomatisasi tersebut akan memperkaya wawasan praktikum para mahasiswa Polije.

“Penerapan teknologi drone terbukti meningkatkan presisi penyemprotan pupuk dan pemantauan kondisi tanaman secara cepat,” ujar Dosen Utusan Polije, Dr. Elly Kurniawati.

Lebih lanjut, Elly menjelaskan bahwa integrasi drone dan kecerdasan buatan mempermudah deteksi dini serangan hama. Pihaknya menilai efisiensi teknologi nirawak Tiongkok sangat relevan untuk memperkuat ekosistem riset terapan di Polije.

“Kami akan menerapkan materi aplikasi drone pertanian modern ini untuk kemajuan pembelajaran mahasiswa Polije,” tambah Dr. Elly Kurniawati.

Selain itu, Polije siap mengadopsi materi pemetaan digital ini ke dalam modul pengolahan hasil pertanian. Dampaknya, lulusan Polije akan semakin siap menghadapi tantangan otomatisasi industri pangan global.

Pada akhirnya, penguasaan teknologi penerbang cerdas ini membuktikan peran aktif kampus vokasi dalam mendukung ketahanan pangan. Kemitraan internasional tersebut sekaligus memperluas jejaring akademis Polije pada tingkat dunia.