Dorong Ekonomi Probolinggo Kolaborasi Multipihak Latih Peternak Olah Pakan Silase

PROBOLINGGO – Langkah menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus berjalan di Kabupaten Probolinggo. Kolaborasi multipihak menggelar pelatihan peningkatan kapasitas produksi dan pemanfaatan silase bagi peternak lokal.

Kegiatan tersebut menyasar warga di Desa Kaliacar dan Desa Ranuwurung Kecamatan Gading. Selain itu, agenda ini menjadi bagian dari uji coba program kemandirian ekonomi hasil inisiasi Bappenas bersama UNDP.

Selanjutnya, konsultan RDI Bandung memfasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan ini di lapangan. Bahkan, tim akademisi hadir untuk memberikan penguatan kapasitas teknis mengenai pengolahan pakan ternak berbasis bahan lokal.

Dalam pelatihan tersebut, peternak mempelajari teknik pengolahan daun gamal menjadi pakan silase yang berkualitas. Sebab, tanaman gamal melimpah di desa namun warga belum mengolahnya secara maksimal.

“Masyarakat sebenarnya memiliki banyak potensi bahan baku yang bisa dimanfaatkan,” ujar Koordinator Program Studi Produksi Ternak, Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si.

Kemudian, Rizki menambahkan bahwa peternak perlu memahami seluruh tahapan proses fermentasi pakan. Dengan begitu, warga dapat menilai kualitas pakan secara mandiri setelah masa pendampingan selesai.

“Kami ingin masyarakat juga memahami apa yang terjadi selama proses fermentasi,” tambah Rizki Amalia Nurfitriani saat mendampingi peserta.

Setelah sesi praktik dari akademisi, tim penyelenggara menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dari berbagai sektor. Pasalnya, keterlibatan pemerintah daerah hingga dunia usaha menentukan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi ini.

Pendekatan partisipatif ini memastikan bantuan teknologi tepat guna menjawab kebutuhan nyata para peternak. Akhirnya, warga dapat menerapkan keterampilan baru ini untuk menjaga ketersediaan pakan secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan potensi masyarakat,” tegas Penanggung Jawab Kegiatan dari RDI, AB Darmawan.

Sementara itu, kolaborasi ini juga mendukung agenda pemulihan sosial ekonomi berbasis potensi lingkungan lokal. Oleh sebab itu, penguasaan teknologi pakan sederhana ini langsung memberikan dampak positif bagi efisiensi usaha peternakan warga.