Berita

Polije Olah Limbah Ampas Kopi Pudja Kafe Jadi Briket Ramah Lingkungan


Polije Olah Limbah Ampas Kopi Pudja Kafe Jadi Briket Ramah Lingkungan

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengolah limbah ampas kopi di Pudja Kafe, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menjadi briket. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengenalkan alternatif energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah organik.

Sepdian Luri Asmono memimpin kegiatan tersebut bersama Rahmawati, Yuli Hananto, dan Satria Indra Kusuma. Tim menggabungkan keahlian dari Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Teknologi Energi Terbarukan, serta Budidaya Tanaman Perkebunan.

Dalam kegiatan ini, tim memberikan materi sekaligus mendemonstrasikan pembuatan briket kepada pengelola kafe. Peserta mempelajari tahapan pengeringan ampas kopi, pencampuran bahan perekat tapioka, hingga pencetakan menggunakan alat pres mekanis.

“Inovasi pemanfaatan limbah seduhan kopi ini kami hadirkan untuk mendukung bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Sepdian Luri Asmono.

Setelah pencetakan, pengelola perlu mengeringkan briket di bawah sinar matahari atau menggunakan rak pengering khusus. Selain pelatihan, tim juga menyerahkan satu set peralatan pembuat briket manual kepada Pudja Kafe agar mitra dapat melanjutkan praktik secara mandiri.

“Bantuan alat dan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengolah limbah sisa seduhan kopi menjadi produk bernilai jual,” ungkap pengelola Pudja Kafe.

Selanjutnya, pengelola kafe dan mahasiswa mencoba langsung alat pencetak hingga menghasilkan briket padat. Melalui program yang didanai PNBP Tahun Anggaran 2026 ini, tim menawarkan solusi untuk mengurangi limbah organik dari aktivitas usaha kafe.

Dengan pendampingan tersebut, pengelola Pudja Kafe berpeluang mengembangkan pemanfaatan ampas kopi secara berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, pengolahan ini juga membuka peluang usaha berbasis produk ramah lingkungan.

Karena itu, kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menghubungkan pengelolaan limbah lokal dengan pengembangan energi alternatif. Polije berharap keterampilan dan peralatan yang diberikan dapat mendukung penerapan inovasi tersebut secara berkelanjutan di masyarakat.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya