Berita

Polije Olah Limbah Kulit Kopi Badean Jadi Pupuk Cair


Polije Olah Limbah Kulit Kopi Badean Jadi Pupuk Cair

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengajak pelaku UMKM Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, mengolah limbah kulit kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Desa Binaan, tim dosen mendorong warga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Tim yang dipimpin Fitriya Andriyani ini melibatkan Lintang Anis Bena Kinanti, Dinu Saadillah, dan Dr. R. Alamsyah Sutantio. Bersama warga, mereka mengembangkan pengolahan limbah berdasarkan prinsip circular economy atau ekonomi sirkular.

Untuk menunjang produksi, tim Polije melatih warga membuat pupuk cair dan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Selain itu, tim mengenalkan teknik pengemasan menggunakan botol dan stiker agar produk tampil lebih profesional.

“Inovasi daur ulang limbah kulit kopi ini kami hadirkan untuk menciptakan siklus ekonomi baru bagi warga desa,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Fitriya Andriyani.

Tak berhenti pada pelatihan produksi, tim juga membantu UMKM membuat video promosi dan menampilkan produk di situs web resmi desa. Dengan cara ini, pelaku usaha dapat memperluas promosi hingga menjangkau konsumen di luar Jember.

“Pelatihan pembuatan pupuk cair dan perhitungan harga jual ini sangat membantu usaha kami berkembang pesat,” ungkap perwakilan UMKM Desa Badean.

Selanjutnya, warga mempraktikkan pengolahan kulit kopi hingga mengemas pupuk cair dalam botol siap jual. Melalui praktik langsung tersebut, mereka mempelajari tahapan produksi sekaligus memahami pentingnya penetapan harga.

Polije mendanai program ini melalui PNBP Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan tersebut, tim mengajak warga memanfaatkan limbah perkebunan kopi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Dengan pendampingan terpadu, Polije mendorong UMKM Desa Badean mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pada akhirnya, penerapan ekonomi sirkular diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah, memperkuat usaha warga, dan menjaga kelestarian lingkungan.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya