Polije dan Pemkab Sabu Raijua Audiensi ke Ditjen Dikti Bahas Prodi Baru

JAKARTA – Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Kamis (17/09/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis di PSDKU Kampus 6 Sabu Raijua.

Polije dan Pemkab Sabu Raijua menilai program studi tersebut memiliki peran penting bagi pengembangan potensi daerah. Khususnya, dalam mengoptimalkan komoditas lokal serta memperkuat sumber daya manusia di bidang agribisnis.

Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap rencana tersebut.

“Dukungan dari Ditbaga sangat kami harapkan terkait usulan prodi Pengelolaan Agribisnis karena sangat relevan dengan potensi daerah,” ujar Krisman.

Selain itu, Pemkab Sabu Raijua berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana serta alokasi anggaran daerah.

Sementara itu, Kemdiktisaintek menyambut positif kolaborasi Polije dan Pemkab Sabu Raijua. Sinergi tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah Indonesia.

Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., mengatakan pihaknya siap mempercepat proses evaluasi usulan.

“Bila telah dapat rekomendasi dari LLDikti, Ditbaga akan melakukan percepatan evaluasi dokumen usulan agar izin operasional segera terbit,” ujar Mukhamad Najib.

Di sisi lain, Polije siap mengawal proses administrasi pembukaan program studi tersebut. Polije juga akan memastikan pemenuhan standar mutu akademik sesuai ketentuan.

Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan pihaknya menyiapkan kurikulum pendidikan terapan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Ditjen Dikti dan Pemkab Sabu Raijua dalam penguatan PSDKU Kampus 6,” ujar Saiful.

Ke depan, pembukaan program studi tersebut diharapkan memperkuat pendidikan vokasi di Sabu Raijua. Lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan potensi agribisnis lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Polije dalam memperluas akses pendidikan tinggi vokasi. Khususnya, bagi masyarakat di wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan sumber daya lokal.