
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong digitalisasi potensi wisata dan industri kreatif Desa Rambipuji. Tim Polije mengembangkan WebGIS melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan.
Desa Rambipuji memiliki berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut mencakup Gumuk Gong, Gumuk Dempet, Gumuk Wayang, wisata religi Mbah Puji, kuliner, kerajinan, dan jasa kreatif.
Selama ini, berbagai potensi tersebut belum terdata secara terpadu. Karena itu, Polije membantu pemerintah desa mengintegrasikan potensi lokal melalui peta digital berbasis WebGIS.
Program tersebut mengusung tema “Penguatan Potensi Wisata dan Industri Kreatif Desa Rambipuji melalui Digitalisasi Peta Desa Berbasis WebGIS”. Tim Polije menggabungkan keahlian pariwisata, arsitektur, teknologi informasi, dan bisnis digital.
Tim PkM terdiri atas Tri Rafika Diyah Indartin, S.Pd., M.Sc., sebagai ketua. Anggotanya meliputi Dr. Denny Trias Utomo, S.Si., MT., Hablana Rizka, S.Ds., M.Ars., dan lainnya.
Selanjutnya, tim menerapkan pemetaan partisipatif bersama pemerintah desa, BUMDes, Pokdarwis, dan pelaku UMKM. Mereka mendata lokasi wisata, produk UMKM, aksesibilitas, serta rencana pengembangan wisata.
“Data potensi desa yang sebelumnya tersebar kini tersaji dalam sistem informasi spasial,” ujar Tri, Rabu (9/9/2026). Sistem tersebut dapat masyarakat akses melalui smartphone maupun komputer.
Selain membangun sistem, Polije memberikan pelatihan kepada operator desa dan pengurus BUMDes. Pelatihan mencakup penambahan lokasi UMKM, pembaruan informasi, serta pemanfaatan data untuk perencanaan desa.
Melalui WebGIS, Pokdarwis dan pelaku industri kreatif juga memperoleh ruang promosi digital. Dengan demikian, wisatawan dapat lebih mudah menemukan destinasi dan produk lokal Rambipuji.
Program PkM tersebut menghasilkan situs WebGIS, peta digital interaktif, basis data spasial, dan buku panduan. Polije menyerahkan seluruh luaran tersebut untuk mendukung pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.
Melalui digitalisasi, Desa Rambipuji kini memiliki data potensi yang lebih terintegrasi. Data tersebut dapat mendukung promosi wisata, pengembangan UMKM, dan perencanaan pembangunan desa.