
GUIZHOU, Tiongkok – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengikuti konferensi utama China-ASEAN Education Cooperation Week 2026, Kamis (10/9/2026). Konferensi berlangsung di Guizhou dan membahas pengembangan pendidikan vokasi pertanian serta integrasi industri.
Polije mengirimkan Agung Wahyono, Ph.D., dan Vigo Dewangga, S.S., M.Pd., sebagai delegasi. Agung menjabat Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan, sedangkan Vigo memimpin Kantor Urusan Internasional (KUI).
Konferensi diawali dengan pembukaan oleh perwakilan pemerintah Guizhou dan Guizhou Vocational College of Agriculture. Sesi tersebut menekankan pentingnya kerja sama pendidikan vokasi pertanian antara Tiongkok dan negara ASEAN.
Selanjutnya, konferensi menghadirkan pembicara utama dari Tiongkok, Laos, Indonesia, dan sejumlah institusi peserta. Agung Wahyono turut menjadi pembicara dan menyampaikan perspektif Indonesia dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian.
Konferensi juga menghadirkan agenda penandatanganan sejumlah kerja sama pendidikan dan industri. Salah satunya melibatkan Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College, Polije, dan PT Haida Agriculture Indonesia.
Kerja sama tersebut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri lintas negara. Selain itu, kesepakatan membuka peluang pengembangan pendidikan vokasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri.
Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi tematik bersama perwakilan Tiongkok, Laos, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan negara lainnya. Diskusi membahas pengembangan pendidikan vokasi pertanian serta penguatan hubungan dengan dunia industri.
Pada sesi sore, peserta mengikuti Integration Community Council Meeting. Pertemuan tersebut membahas perubahan kelembagaan, rencana proyek lima tahunan, serta pengembangan komunitas TVET China-ASEAN.
“Keikutsertaan Polije memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan dan industri,” kata Agung Wahyono. Menurutnya, forum tersebut juga memperkuat posisi pendidikan vokasi Indonesia dalam kerja sama ASEAN-Tiongkok.
Konferensi ditutup dengan rangkuman oleh Su Yue. Melalui forum tersebut, Polije terus memperkuat kerja sama internasional dan mengembangkan jejaring pendidikan vokasi pertanian.