
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan aplikasi AI-KUSTACARE untuk memperkuat deteksi dini penyakit kusta. Aplikasi ini mendukung pemantauan kusta berbasis layanan kesehatan masyarakat.
Polije menerapkan inovasi tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kasiyan, Jember. Program ini melibatkan tenaga kesehatan desa sebagai pengguna sistem.
Tim melaksanakan kegiatan sebanyak lima kali. Kegiatan pertama berlangsung pada 8 Juni melalui survei lapangan dan koordinasi program.
Selanjutnya, tim memberikan edukasi kusta dan pengenalan AI-KUSTACARE pada 17 Juli 2026. Tim kemudian mengunjungi penderita kusta pada 13 Agustus untuk pendampingan dan pemantauan.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan. Kami ingin memperkuat peran masyarakat dan tenaga kesehatan dalam deteksi dini,” ujar Tegar Wahyu Yudha Pratama, Selasa (18/8/2026).
AI-KUSTACARE memungkinkan masyarakat melakukan skrining mandiri menggunakan kecerdasan buatan berbasis citra kulit. Setelah itu, sistem mengirim hasil skrining kepada tenaga kesehatan untuk verifikasi.
Selain itu, aplikasi memiliki fitur notifikasi otomatis bagi tenaga kesehatan. Fitur tersebut membantu petugas memantau hasil skrining secara real-time dan menentukan tindak lanjut.
“Kami ingin hasil skrining segera diketahui tenaga kesehatan. Dengan begitu, tindak lanjut dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” kata Tegar.
Tim juga melatih tenaga kesehatan menggunakan berbagai fitur AI-KUSTACARE. Pelatihan mencakup proses verifikasi, pembacaan hasil deteksi, notifikasi, dan tindak lanjut.
Program tersebut dipimpin Tegar Wahyu Yudha Pratama bersama Sabran dan Mas’ud Hemansyah. Mahasiswa Assyifa Itsnainia Mustika dan Moh. Lutfi Rizalul Hakim turut mendukung kegiatan.
Melalui AI-KUSTACARE, Polije berupaya menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan secara lebih cepat. Inovasi ini juga diharapkan memperkuat surveilans kusta berbasis masyarakat.