
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Workshop Diskusi Eksklusif tentang Outcome Based Education (OBE) dan manajemen risiko di Ruang Sidang Pimpinan, Selasa (28/7). Kegiatan ini memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan mutu pendidikan vokasi.
Workshop menghadirkan jajaran pimpinan Polije, unit akademik, penjaminan mutu, dan teknologi informasi. Selain itu, PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) menghadirkan narasumber untuk berbagi praktik baik penerapan OBE dan manajemen risiko.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan implementasi OBE menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Menurutnya, kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Polije terus berkomitmen memperkuat mutu pendidikan vokasi melalui penerapan Outcome Based Education. Kami berharap diskusi ini menghasilkan masukan konstruktif bagi penguatan kurikulum dan tata kelola kampus,” ujar Saiful Anwar.
Saiful menambahkan, kolaborasi dengan berbagai mitra mempercepat transformasi pendidikan di Polije. Karena itu, kampus terus membuka ruang diskusi bersama praktisi dan dunia industri.
“Kolaborasi seperti ini memberikan perspektif baru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis luaran. Kami ingin setiap lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Sementara itu, Auditor Independen sekaligus Evaluator Kemdiktisaintek, Endang Kusmana, M.M., Ak., C.A., menjelaskan bahwa penerapan OBE harus berjalan seiring dengan manajemen risiko. Pendekatan tersebut membantu perguruan tinggi menjaga kualitas akademik secara berkelanjutan.
“Implementasi Outcome Based Education harus didukung manajemen risiko yang baik. Pendekatan ini membantu perguruan tinggi menjaga mutu akademik secara berkelanjutan,” jelas Endang Kusmana.
Endang juga menilai keberhasilan OBE bergantung pada komitmen seluruh unsur perguruan tinggi. Oleh karena itu, setiap unit perlu berkolaborasi dalam menjalankan sistem penjaminan mutu.
“OBE bukan hanya tanggung jawab program studi. Seluruh unit harus bersinergi agar capaian pembelajaran dapat terukur dan terus meningkat,” ungkap Endang.
Melalui workshop ini, peserta mendiskusikan pengembangan kurikulum berbasis luaran, manajemen risiko, dan transformasi digital perguruan tinggi. Dengan demikian, Polije terus memperkuat tata kelola yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.