Dosen Polije Raih Hibah RIIM BRIN untuk Riset Bawang Merah

JEMBER – Dosen Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), Dr. Ir. Edi Siswadi, M.P., bersama tim meraih pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 Tahun 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menetapkan tim tersebut sebagai penerima hibah melalui Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Nomor 106/II.7/HK/2026.

Tim mengajukan proposal riset bertajuk “Pengembangan Sistem Produksi Bawang Merah Unggul melalui Rekayasa NanoSulfur Kawah Ijen Terintegrasi Amelioran Organik.” Melalui riset tersebut, tim menargetkan peningkatan produktivitas bawang merah di lahan marginal.

Dr. Edi Siswadi memimpin penelitian bersama Gallyndra Fatkhu Dinata, Christa Dyah Utami, dan Descha Giatri Cahyaningrum dari Polije. Selain itu, Suwardiyanto dari Universitas Jember ikut memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Selanjutnya, tim memanfaatkan NanoSulfur dari Kawah Ijen lalu mengombinasikannya dengan amelioran organik. Dengan cara itu, tim meningkatkan ketersediaan unsur sulfur sekaligus memperbaiki kualitas tanah marginal.

Kemudian, tim mengembangkan teknologi budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain meningkatkan hasil panen, inovasi tersebut membantu petani mengelola lahan marginal secara lebih optimal.

Ketua tim peneliti, Dr. Edi Siswadi, mengatakan riset tersebut berangkat dari kebutuhan petani terhadap teknologi yang mudah diterapkan.

“Kami ingin menghadirkan teknologi budidaya bawang merah yang produktif, efisien, dan mudah diterapkan petani melalui pemanfaatan NanoSulfur Kawah Ijen,” ujar Edi Siswadi.

Sementara itu, Ketua Jurusan Produksi Pertanian Polije memberikan apresiasi kepada tim peneliti. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan kualitas riset dosen Polije semakin kompetitif di tingkat nasional.

“Prestasi ini mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan riset yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, tim akan menguji teknologi tersebut di lahan pertanian. Setelah itu, tim akan mempercepat hilirisasi hasil riset. Dengan demikian, petani dapat memanfaatkan inovasi tersebut lebih cepat. Selain itu, Polije juga memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.