
JEMBER – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mengunjungi Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk mempelajari tata kelola Teaching Factory (Tefa). Fokus kunjungan meliputi pengelolaan keuangan, sumber daya manusia (SDM), dan aset sebagai upaya memperkuat pengelolaan enam Tefa yang dimiliki Poliwangi.
Wakil Direktur Bidang Akademik Poliwangi, Adetiya Prananda Putra, S.ST., M.M., mengatakan rombongan membawa dua manajer Tefa untuk mempelajari praktik yang diterapkan Polije. Menurutnya, Tefa di Poliwangi sudah menghasilkan pendapatan sehingga membutuhkan tata kelola yang lebih baik.
“Kami ingin mempelajari pengelolaan keuangan, SDM, dan aset Tefa agar pengembangannya semakin optimal,” kata Adetiya.
Ia menambahkan, sebagian besar Tefa masih melibatkan mahasiswa dan memanfaatkan fasilitas laboratorium. Selain itu, Poliwangi juga mengembangkan Tefa Hotel berkapasitas 52 kamar dan Tefa Teknik Sipil yang melayani berbagai pengujian.
“Kami berharap praktik baik dari Polije dapat menjadi referensi untuk mengembangkan Tefa di Poliwangi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Perencanaan Polije, Ir. Surateno, S.Kom., M.Kom., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kolaborasi antarpoliteknik menjadi langkah penting untuk memperkuat pendidikan vokasi.
“Politeknik harus saling berbagi praktik baik. Kolaborasi akan mempercepat pengembangan pendidikan vokasi,” ujar Surateno.
Menurutnya, Tefa tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga harus mendukung pembelajaran dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Polije pun terus mengembangkan berbagai Tefa, seperti greenhouse melon, peternakan, dan AutoHub yang melayani kendaraan konvensional maupun listrik.
“Tujuan utama Tefa ialah menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus menghadirkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” tegasnya.