Mahasiswa Polije Siap Mengabdi Lewat KKN Kolaboratif

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember 2026. Program ini menunjukkan komitmen Polije dalam mendukung pembangunan desa melalui pendidikan vokasi.

Mahasiswa Polije bergabung dengan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Bupati Jember melepas seluruh peserta di Alun-alun Jember, Minggu (19/7).

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan Polije membekali mahasiswa dengan keterampilan vokasi dan teknologi terapan. Bekal tersebut membantu mahasiswa menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami membekali mahasiswa Polije dengan keterampilan praktis. Mereka tidak hanya berteori, tetapi mampu menjalankan program yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Melalui KKN Kolaboratif, mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” ujar Saiful Anwar.

Selain itu, Saiful menjelaskan bahwa KKN menjadi ruang untuk menerapkan ilmu sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Karena itu, mahasiswa dapat mengembangkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi desa.

Sementara itu, Bupati Jember mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan. Ia meminta mahasiswa tidak hanya mengenali persoalan, tetapi juga menghadirkan solusi yang bermanfaat.

“Kita jangan cuma pintar mengkritik, tetapi juga mampu memberikan masukan dan solusi. Gunakan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk mendampingi masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan desa, serta menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat bagi warga,” tegas Bupati Jember.

Selanjutnya, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkolaborasi menjalankan program pengabdian. Mereka mengembangkan inovasi di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan tata kelola desa.

Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik almamater. Ia mengajak mahasiswa menghormati budaya setempat dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Oleh karena itu, Polije terus mendorong mahasiswa agar memberikan dampak nyata selama menjalankan KKN. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.