Berita

Polije Latih UKM Mekarsari Produksi Telur Asin Rendah Kolesterol


Polije Latih UKM Mekarsari Produksi Telur Asin Rendah Kolesterol

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) melatih UKM Telur Asin Mekarsari Jember membuat telur asin rendah kolesterol. Tim dosen memanfaatkan ekstrak daun salam konsentrasi 0,8 persen dalam inovasi pengolahan tersebut.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat itu berlangsung pada 12 dan 26 September 2026 di Jalan Soeprapto Gang 9 Nomor 11, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Tim memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mendorong inovasi dan produktivitas UKM.

Angga Prasetyo, M.Bioech., anggota tim dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pengemasan (RKP) Polije, menjelaskan bahwa telur asin menjadi salah satu produk olahan hasil ternak yang mudah dikembangkan. Proses pembuatannya juga relatif sederhana dan ekonomis.

Menurut Angga, telur bebek banyak digunakan untuk membuat telur asin karena memiliki pori-pori cangkang lebih besar. Karakter rasa yang cenderung amis juga membuat telur bebek cocok untuk proses pengasinan.

“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami meningkatkan kualitas telur asin di UKM Telur Asin Mekarsari. Kami memberikan pengetahuan, keterampilan, dan bantuan alat untuk memproduksi telur asin rendah kolesterol sekaligus memperluas jaringan pemasaran,” ujar Muhammad Ardiyansyah, ketua tim dosen RKP Polije, Senin (5/10/2026).

Polije Kenalkan Ekstrak Daun Salam

Ir. Wahyu Suryaningsih, M.Si., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP) Polije, menjelaskan tahapan pelatihan kepada peserta. Tim mengawali praktik dengan mengenalkan cara membuat ekstrak daun salam berkonsentrasi 0,8 persen.

Daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Berbagai senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba sehingga tim memanfaatkannya dalam inovasi pengolahan telur asin.

Tim kemudian mengolah 200 butir telur bebek menggunakan ekstrak daun salam 0,8 persen, batu bata, dan garam dengan perbandingan 2:1. Petani atau pelaku UKM memeram telur selama 14 hari sebelum merebusnya selama satu jam.

Dr. Titik Budiati, M.T., M.Sc., dosen TRP Polije, menjelaskan bahwa penggunaan ekstrak daun salam menjadi bagian dari inovasi pengolahan telur asin. Tim menerapkan teknik tersebut untuk menghasilkan produk dengan kandungan kolesterol lebih rendah.

Hasil Uji Dapat Respons Positif

Tim juga menguji mutu organoleptik telur asin rendah kolesterol. Pengujian mencakup warna kuning telur, aroma, rasa, dan tekstur.

Hasil penilaian menunjukkan warna kuning telur jingga, aroma telur asin, rasa gurih, dan tekstur masir masing-masing memperoleh nilai 4. Tingkat kesukaan terhadap seluruh aspek tersebut juga mencapai nilai 4 atau kategori suka.

Sebanyak 30 responden mengikuti pengujian tersebut. Yudiastuti, S.TP., M.TP., dosen TRP Polije, mengatakan hasil pengujian menunjukkan produk dapat diterima dari sisi warna, aroma, rasa, dan tekstur.

“Produk telur asin rendah kolesterol dapat diterima responden dari aspek warna, aroma, rasa, maupun tekstur,” ujar Yudiastuti.

UKM Targetkan Produksi Naik Dua Kali Lipat

Pemilik UKM Telur Asin Mekarsari berharap pendampingan Polije dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pemasaran. Saat ini, UKM tersebut memproduksi sekitar 200 butir telur asin setiap minggu.

UKM menargetkan produksi meningkat hingga dua kali lipat setelah mengikuti pelatihan dan menerapkan inovasi pengolahan. Peningkatan produksi tersebut juga diharapkan membuka pasar yang lebih luas.

“Harapannya kualitas telur asin semakin baik, jangkauan pemasaran semakin luas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Melalui inovasi ekstrak daun salam, Polije mendorong UKM Telur Asin Mekarsari mengembangkan produk yang lebih inovatif. Pendampingan tersebut juga diharapkan meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk telur asin Jember.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya