Berita

Polije Dampingi Warga Seputih Mayang Olah Tanaman Herbal


Polije Dampingi Warga Seputih Mayang Olah Tanaman Herbal

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Jember, mengembangkan produk olahan tanaman herbal. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Desa Binaan, tim dosen mendorong peningkatan keterampilan dan pendapatan warga.

Oryza Ardhiarisca memimpin kegiatan ini bersama Nur Faizin, Avisenna Harkat, dan Dian Galuh Pratita. Mereka merancang pendampingan terpadu mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk herbal.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, tim Polije menyediakan polibag, alat pengering, mesin penggiling herbal, dan sistem pencatatan keuangan Microsoft Excel. Dengan peralatan ini, warga dapat mengolah empon-empon menjadi serbuk herbal siap minum.

“Inovasi pemanfaatan pekarangan dan pengolahan herbal ini kami hadirkan guna meningkatkan kapabilitas ekonomi warga secara mandiri,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Oryza Ardhiarisca.

Selain membantu proses produksi, tim juga membimbing warga membuat website pemasaran khusus produk herbal desa. Melalui platform tersebut, warga dapat mempromosikan produk dan menjangkau konsumen di luar Jember.

“Pelatihan pencatatan keuangan dan bantuan mesin penggiling ini sangat membantu warga kami memproduksi olahan herbal secara profesional,” ungkap Kepala Dusun Krajan.

Selanjutnya, warga mempraktikkan penanaman benih dalam polibag, pengolahan bahan, dan pengemasan produk. Kegiatan ini sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman herbal.

Melalui rangkaian pelatihan tersebut, warga mempelajari cara mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Selain itu, pencatatan keuangan dan pemasaran digital membantu mereka mengelola usaha secara lebih terarah.

Program yang didanai melalui PNBP Tahun Anggaran 2026 ini mengintegrasikan budidaya, pengolahan, dan pemasaran digital. Karena itu, warga memiliki peluang untuk meningkatkan nilai jual produk herbal sekaligus memperluas pasar.

Pada akhirnya, Polije berharap pendampingan melalui skema Desa Binaan ini mendorong usaha herbal yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan potensi desa, warga dapat memperkuat kemandirian ekonomi dan mengembangkan produk lokal.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya