JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengajak warga Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, memanfaatkan pangan lokal untuk mencegah stunting. Melalui program Smart Village berbasis Rumah Desa Sehat (RDS), tim dosen mengedukasi keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Surya Dewi Puspita memimpin kegiatan ini bersama Yohan Yuanta, Dessya Putri Ayu, Putri Rahayu Ratri, dan Miftahul Jannah. Mereka juga membekali kader Posyandu dengan keterampilan mengukur antropometri balita menggunakan tikar pertumbuhan Mistar Milestone.
“Program pendampingan ini kami hadirkan untuk menguatkan peran RDS dalam mencegah stunting secara berkelanjutan,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Surya Dewi Puspita.
Selain melatih kader, tim menggelar demonstrasi memasak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan ikan lele dan daun kelor. Warga kemudian belajar mengolah bahan lokal menjadi mi kelor dan dimsum lele sebagai pilihan menu bergizi bagi balita.
“Kami mendorong keluarga memanfaatkan pangan lokal sebagai pilihan makanan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting,” jelas Surya.
Selanjutnya, para ibu mempraktikkan pembuatan mi kelor dan mencicipi hidangan bersama anak-anak. Mereka juga mempelajari cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu keluarga yang bervariasi.
Polije mengalokasikan dana PNBP Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung kegiatan ini. Selain itu, tim memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Desa Suci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan keluarga.
Melalui edukasi gizi dan pelatihan kader, Polije mengajak keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memantau pertumbuhan balita secara berkala. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan stunting dari lingkungan keluarga.
Pada akhirnya, Polije mengintegrasikan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, dan praktik memasak untuk mendukung pencegahan stunting. Program ini diharapkan mendorong kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pangan lokal dan membangun desa sehat.