JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengajak mahasiswa memperkuat ketahanan pangan melalui peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026, Selasa (27/10/2026). Ikatan Mahasiswa Teknologi Produksi Tanaman Pangan atau Pangan Solidarity (Pady) menyelenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan mendorong inovasi pertanian.
Mahasiswa Berperan dalam Ketahanan Pangan
Sekretaris Jurusan Produksi Pertanian Polije, Hanif Fatur Rohman, S.P., M.P., hadir mewakili Ketua Jurusan Dwi Rahmawati, S.P., M.P. Ia mengapresiasi dosen, pengelola program studi, dan mahasiswa yang mendukung kegiatan tersebut.

Hanif menegaskan bahwa Hari Pangan Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pangan. Menurutnya, mahasiswa perlu berperan aktif menghadapi tantangan pertanian, mulai dari alih fungsi lahan hingga perubahan iklim.
“Ketahanan dan kedaulatan pangan masa depan ada di tangan kita semua. Karena itu, mahasiswa perlu terus berinovasi, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia,” ujar Hanif.
Ia berharap kegiatan HPS mendorong mahasiswa mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
“Kami berharap mahasiswa semakin peduli terhadap isu pangan lokal maupun global. Jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, meneliti, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Talkshow Bahas Kemandirian Pangan

Peringatan HPS 2026 juga menghadirkan talkshow bertema “Kemandirian Pangan di Tengah Tekanan Global: Menyikapi Ketergantungan Impor dan Peluang Ekspor Pangan.” Tema ini mengangkat tantangan kemandirian pangan sekaligus peluang memperkuat daya saing produk pangan Indonesia di pasar global.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang ketergantungan impor dan potensi ekspor komoditas pangan. Selain itu, kegiatan ini menguatkan pentingnya inovasi, teknologi pertanian, dan peningkatan produktivitas dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
Dorong Inovasi Teknologi Pertanian
Koordinator Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Rudi Wardana, S.Pd., M.P., menegaskan pentingnya inovasi untuk menghadapi perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan. Ia menilai tantangan tersebut menuntut pengembangan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat, kita berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” ujar Rudi.
Ia juga mengajak mahasiswa memandang pertanian sebagai sektor strategis yang menawarkan peluang masa depan.
“Jadilah generasi muda yang mencintai pertanian, berani berinovasi, menguasai teknologi, dan mampu melihat pertanian sebagai peluang masa depan,” tambahnya.
Rudi berharap peringatan HPS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak seluruh peserta menghargai pangan, menghormati kerja keras petani, mengurangi pemborosan makanan, serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Melalui kegiatan ini, Polije mendorong mahasiswa berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi. Semangat tersebut sejalan dengan slogan Hari Pangan Sedunia 2026, yaitu “Pangan Kuat, Bangsa Berdaulat, Dunia Terpikat.”