Berita

Polije Dampingi Peternak Sidomukti Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk


Polije Dampingi Peternak Sidomukti Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi peternak Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Jember, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Selain itu, program ini mendorong pembentukan kelompok ternak untuk memperkuat kerja sama dan mengembangkan usaha peternakan.

Polije menjalankan program ini melalui pendanaan Desa Binaan Pengabdian kepada Masyarakat dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun 2026. Program tersebut menindaklanjuti kerja sama Pemerintah Desa Sidomukti dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polije.

Noor Asrianto, S.Pt., M.Sc., memimpin tim pengabdian bersama Anang Febri Prasetyo, Agus Hadi Prayitno, dan Khen Dedes. Selain itu, tiga mahasiswa, yakni Yoga Nurkhоliq, Naufal Riszqi Hastama Eriyanto, dan Ade Bayu Lesmana, turut mendukung kegiatan.

Dalam pelatihan, tim Polije mengajarkan pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai starter dekomposer. Selanjutnya, tim membimbing masyarakat mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian.

Melalui inovasi ini, peternak berpeluang meningkatkan nilai guna limbah peternakan. Sementara itu, petani dapat memanfaatkan pupuk organik untuk budidaya tanaman sekaligus mengoptimalkan sumber daya lokal.

Tidak hanya mengajarkan teknologi pengolahan limbah, tim juga mendorong pembentukan kelompok ternak. Melalui kelompok tersebut, peternak dapat berbagi pengetahuan, memperkuat kerja sama, dan mengembangkan usaha bersama anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirta Melati.

Selain itu, Prof. Dr. Ir. Rosa Tri Hertamawati, M.Si., IPM., ASEAN Eng., mendukung program sebagai Pembina/Pendamping Desa Sidomukti. Ia membantu masyarakat menghubungkan kebutuhan dan potensi desa dengan keahlian sivitas akademika Polije.

Ketua tim, Noor Asrianto, menjelaskan bahwa program ini mengajak masyarakat mengembangkan potensi lokal secara produktif. Dengan demikian, pengolahan limbah dan penguatan kelembagaan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

“Melalui program Desa Binaan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungannya. Pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik dan penguatan kelembagaan peternak diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun usaha peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, Polije memperkuat keterampilan peternak dalam mengolah limbah sekaligus membangun kerja sama. Pada akhirnya, kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, peternak, pendamping, dan mahasiswa diharapkan meningkatkan kemandirian masyarakat Sidomukti


Bagikan artikel ini
Berita lainnya