BONDOWOSO – Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Manggis 4 di Desa Jambesari, Bondowoso. Program ini mengoptimalkan kualitas mangga melalui teknologi Hot Water Treatment (HWT), budidaya terstandar, dan diversifikasi produk.
Tim pengabdi terdiri atas Dian Galuh Pratita, Huda Oktafa, dan Anggita Rizky Fadilah. Mereka membekali anggota KWT dengan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Melalui pelatihan ini, petani belajar menjaga mutu mangga sejak budidaya hingga pascapanen.
“Teknologi Hot Water Treatment dan induksi pembungaan ini kami hadirkan untuk mengoptimalkan potensi panen mangga warga,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Dian Galuh Pratita.
Selain memperkuat budidaya, tim mengajari anggota KWT mengolah mangga menjadi selai, bolu, puding, dan minuman segar. Beragam produk ini membuka peluang usaha baru bagi warga.
Diversifikasi juga membantu warga memanfaatkan hasil panen saat produksi mangga melimpah. Dengan mengolah buah menjadi makanan dan minuman, anggota KWT memiliki alternatif untuk meningkatkan nilai jual mangga.
Ketua KWT Manggis 4 mengapresiasi pendampingan Polije dan kementerian. Ia berharap kelompoknya dapat melanjutkan pelatihan budidaya terstandar dan pengolahan pangan secara konsisten.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polije dan Kementerian atas pendampingan yang sangat bermanfaat bagi KWT Manggis 4 ini,” ungkap Ketua KWT Manggis 4.
Tak hanya mengembangkan mangga, tim mengajak warga mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik. Tim juga mengedukasi anggota KWT tentang pemasaran digital agar mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Program pengabdian kepada masyarakat yang mendapat pendanaan Kemendiktisaintek tahun 2026 ini mendorong warga mengembangkan potensi lokal. Polije berharap upaya tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi mangga dan memperkuat kemandirian usaha perempuan di Desa Jambesari, Bondowoso.