Berita

Polije Perkuat Kemandirian Desa Karangpring Lewat Agroindustri Kopi dan Mawar


Polije Perkuat Kemandirian Desa Karangpring Lewat Agroindustri Kopi dan Mawar

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat ekonomi Desa Karangpring melalui Program Pemberdayaan Bina Desa berbasis ekonomi sirkular. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek mendanai penuh program ini.

Ketua tim pengabdi Dwi Putro Sarwo Setyohadi bersama Hanif Fatur Rohman, Rizky Nirmala Kusumaningtyas, dan Sri Hartatik menggandeng Kelompok Tani Puncak serta KWT Nawasena. Mereka mengembangkan agroindustri kopi dan mawar untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal.

Untuk meningkatkan kualitas kopi, tim mengenalkan mesin pulper, huller, dan roaster presisi kepada petani. Teknologi ini membantu memperbaiki proses pascapanen dan menjaga mutu biji kopi.

Sementara itu, tim mengenalkan teknologi destilasi untuk mengolah bunga mawar menjadi minyak atsiri. Inovasi ini membuka peluang pengembangan produk aromatik, seperti reed diffuser.

“Teknologi destilasi skala kelompok memungkinkan KWT Nawasena mengekstraksi bunga mawar menjadi minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi,” ujar Dwi Putro.

Selain mengembangkan produk, tim mendampingi kelompok dalam pemasaran digital. Program multi-tahun ini juga menargetkan penguatan legalitas halal dan pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara bertahap.

“Program ini berfokus pada perbaikan pascapanen hingga pendampingan pemasaran digital untuk menjangkau pasar nasional,” tambah Dwi Putro.

Melalui kolaborasi ini, Polije mendorong warga Karangpring mengoptimalkan potensi kopi dan mawar. Program tersebut diharapkan memperkuat kemandirian usaha serta meningkatkan ekonomi desa secara berkelanjutan.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya