
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi petani Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Pendampingan ini membahas pengendalian hama penyakit tanaman dan pemanfaatan pestisida nabati.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan tiga kelompok tani di Desa Sidomukti. Tim PkM Polije terdiri atas Gallyndra Fatkhu Dinata, S.P., M.P., Dr. Ir. Edi Siswadi, M.P., Abdurrahman Salim, S.Si., M.Si., dan Christa Dyah Utami, S.P., M.P. Selanjutnya, tim memberikan penyuluhan berdasarkan persoalan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di wilayah tersebut.
Materi penyuluhan mencakup hama dan penyakit pada padi, jagung, cabai, kopi, serta tembakau. Selain itu, petani mempelajari gejala serangan dan cara mengendalikan OPT sesuai kondisi tanaman.
Kemudian, tim PkM mengajak petani mempraktikkan pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan lokal. Langkah tersebut menjadi alternatif pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan.
Ketua Koordinator Kelompok Tani, Muh Hasim, menyambut baik pendampingan Polije. Menurutnya, materi Polije menjawab persoalan yang dihadapi petani.
“Kami merasa senang dan berterima kasih atas kegiatan dari Polije. Materinya sangat bermanfaat bagi petani,” ujar Muh Hasim.
Selain penyuluhan, tim PkM berdiskusi dengan petani mengenai pengelolaan lingkungan lahan. Dalam diskusi tersebut, petani mengusulkan penerapan biopori untuk membantu pengelolaan air.
Masyarakat juga mengusulkan mesin bor tanah untuk mempermudah pembuatan lubang biopori. Usulan tersebut menjadi masukan untuk pengembangan program pendampingan berikutnya.
Gallyndra Fatkhu Dinata mengatakan tim mendorong petani mengenali OPT dan menentukan langkah pengendalian secara tepat. Karena itu, Gallyndra mendorong petani menerapkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan budidaya.
“Kami berharap pengetahuan ini dapat langsung diterapkan petani, mulai mengenali hama hingga memanfaatkan bahan lokal,” jelas Gallyndra.
Menurut Gallyndra, petani dapat memanfaatkan bahan lokal sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan. Selain itu, pemanfaatan bahan lokal dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular di desa.
Melalui kegiatan ini, Polije memperkuat penerapan pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi kepada masyarakat. Ke depan, Polije akan terus mendampingi kelompok tani dalam mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan.