
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar International Student Orientation untuk membekali para mahasiswa asing. Agenda ini bertujuan memberikan pemahaman mendasar terkait dokumen keimigrasian, izin tinggal, atmosfer akademik kampus, hingga jaminan asuransi kesehatan.
Melalui pembekalan terstruktur ini, pihak kampus mendorong mahasiswa luar negeri agar mampu beradaptasi cepat dengan kehidupan di Kabupaten Jember. Selain itu, penyelenggara menghadirkan para ahli dari Kantor Imigrasi, Polres Jember, dan Dispendukcapil Jember sebagai narasumber.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya pemahaman regulasi bagi mahasiswa internasional. Kampus ingin memastikan seluruh mahasiswa lintas negara mematuhi seluruh aturan hukum dan administrasi yang berlaku di Indonesia.
“Kami memberikan informasi terkait regulasi keimigrasian, keamanan, dan kependudukan supaya mereka tidak melanggar aturan,” ujar Agung Wahyono.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menyatakan dukungan penuh terhadap legalitas sepuluh mahasiswa internasional tersebut. Pihaknya akan menerbitkan Surat Keterangan Tempat Tinggal guna menjamin ketertiban administrasi kependudukan di daerah.
“Kami akan menerbitkan dokumen SKTT bagi mereka selama melaksanakan perkuliahan dan bertempat tinggal di Jember,” tegas Bambang Saputro.
Civitas akademika meyakini keberadaan mahasiswa internasional ini mampu memperkaya interaksi antarbudaya serta memperkuat jejaring global kampus. Berbekal pemahaman aturan yang matang, mahasiswa asing siap berkontribusi aktif selama menempuh pendidikan di Polije.