Tim Basket Polije Sabet Emas PORSENI Lewat Perjuangan Sangat Sengit

JEMBER – Tim basket Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyumbangkan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Capaian membanggakan ini makin memperkokoh posisi Polije di jajaran papan atas kompetisi.

Perjuangan tim dalam merebut gelar juara membutuhkan pengorbanan serta kerja keras ekstra. Sebab, masa persiapan latihan yang mereka jalani terbilang sangat terbatas untuk sebuah ajang tingkat nasional.

“Prosesnya yang pasti tidak mudah karena kita hanya latian selama satu bulan dan target harus emas dan itu adalah waktu yg sangat singkat,” ungkap pebasket Polije, Rakha Ariefiandi.

Meskipun waktu sangat mepet, kedisiplinan dan kekompakan tim di lapangan menjadi kunci keberhasilan. Selanjutnya, mereka sukses mengendalikan permainan dan menundukkan lawan-lawan tangguh.

Kemenangan ini terasa kian emosional bagi Rakha yang sedang melakoni kompetisi terakhirnya bersama kampus. Bahkan, raihan medali emas menjadi penutup manis bagi masa baktinya sebagai atlet andalan Polije.

“Perasaan saya sangatt senang sangat bersyukur atas pencapaian ini karena ini adalah porseni terakhir saya dan medali emas memang tujuan dan target kita,” tutur Rakha Ariefiandi.

Selain itu, ia menaruh harapan besar agar prestasi olahraga Politeknik Negeri Jember terus meningkat pesat. Dengan demikian, Polije dapat memasang target yang lebih tinggi pada edisi PORSENI berikutnya.

“Harapan kedepannya semoga polije lebih maju lagi lebih baik lagi semoga di porseni yang akn datang bisa mempertahankan posisi 2 umum atau bahkan semoga bisa menjadi juara 1 umum,” ucap Rakha Ariefiandi.

Ia juga membagikan pesan pembakar semangat untuk rekan-rekan junior yang akan melanjutkan estafet perjuangan. Akhirnya, ia mengingatkan agar para atlet muda tidak cepat berpuas diri demi menjaga tradisi juara.

“Untuk adik-adik tingkat semangaat lagi jangan cepat puas dengan hasil kemarin karena yang lain pasti ingin mengalahkan kita maka kita juga harus lebih semangat lagi kedepannya,” tutup Rakha Ariefiandi.