Polije Serahkan Solar Dryer Berbasis PLTS kepada Petani Kopi Bondowoso

BONDOWOSO — Politeknik Negeri Jember (Polije) menyerahkan solar dryer portabel berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada KTH Sejahtera. Kegiatan berlangsung di Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, pada 21 September 2026.

Qanitah, S.ST., M.T., memimpin kegiatan penerapan teknologi tepat guna tersebut. Teknologi ini membantu petani mengatasi kendala pengeringan biji kopi di wilayah pegunungan.

Selama ini, anggota KTH Sejahtera mengandalkan sinar matahari langsung untuk mengeringkan kopi. Metode tersebut membuat proses pengeringan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Kondisi geografis wilayah juga menghadirkan tantangan bagi proses pascapanen kopi. Tim Polije bahkan harus melewati akses jalan pegunungan yang cukup ekstrem menuju lokasi mitra.

Solar dryer tersebut memiliki kapasitas sekitar 30–40 kilogram biji kopi basah. Alat memanfaatkan energi surya dan menyediakan ruang pengering yang lebih terlindung.

Anggota tim pelaksana, Faruq Avero Azhar, S.ST., M.Eng., mengatakan teknologi harus menyesuaikan kondisi masyarakat. Penyesuaian tersebut mencakup kondisi geografis dan ketersediaan energi di lokasi mitra.

“Teknologi yang diterapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga kondisi geografis dan ketersediaan energi,” ujar Faruq.

Tim Polije mengawali kegiatan melalui kunjungan dan diskusi teknis bersama KTH Sejahtera. Tim kemudian merancang, membuat, dan memasang solar dryer di lokasi mitra.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember, Sumantri Radiasnyah, S.Hut., M.Si., turut menghadiri kegiatan tersebut. Pembina KTH Sejahtera, Edy Yulianto, juga hadir dalam kegiatan.

Ketua KTH Sejahtera, Sudaryanto, menyampaikan apresiasi terhadap penerapan teknologi dari Polije. Menurutnya, alat tersebut memberikan alternatif bagi petani dalam mengeringkan kopi.

Tim Polije juga memberikan sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat kepada anggota KTH Sejahtera. Setelah pelatihan, tim menyerahkan solar dryer kepada kelompok tani sebagai mitra penerima teknologi.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendanai kegiatan tersebut. Pendanaan tersebut berasal dari Tahun Anggaran 2025.

Penerapan solar dryer berbasis PLTS mendukung proses pascapanen kopi di wilayah pegunungan Bondowoso. Teknologi tersebut juga memperluas pemanfaatan energi terbarukan bagi masyarakat.