
NGAWI — PSDKU MIK Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 5 Ngawi mengembangkan Genemia untuk mendukung skrining anemia remaja. Inovasi digital tersebut membantu kader mencatat dan mengelola data kesehatan secara lebih terstruktur.
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Rekam Medis Elektronik PSDKU MIK Polije Kampus 5 Ngawi, Jumat, 18 September 2026. Program tersebut menjadi bagian hilirisasi inovasi teknologi melalui rintisan Teaching Factory Data Science.
Sebanyak 13 desa wilayah kerja Puskesmas Geneng mengikuti kegiatan tersebut melalui perwakilan kader. Tenaga kesehatan Puskesmas Geneng juga hadir dari Klaster Layanan Ibu, Anak, dan Remaja.
Genemia menjawab kebutuhan pencatatan skrining yang sebelumnya masih mengandalkan proses manual. Sistem digital tersebut membantu mempercepat pencatatan, pemantauan, dan pelaporan data skrining anemia.
Kegiatan berlangsung melalui edukasi anemia dan pelatihan sistem Genemia. Ns. Kurniawan Erman Wicaksono, S.Kep., M.Kes., memberikan materi tentang anemia dan pentingnya deteksi dini.
Selanjutnya, Salihati Hanifa, S.K.M., M.P.H., memberikan demonstrasi penggunaan Genemia kepada kader. Peserta mempraktikkan pencatatan serta pengelolaan data skrining secara digital.
Tim juga membuka diskusi bersama kader dan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan pengguna. Masukan tersebut membantu tim menyesuaikan penerapan Genemia dengan kondisi skrining di lapangan.
Tim dosen terdiri atas Trisakti Halimah Delimasari, Annisa’ Arifatul Hikmah, dan Afis Asryullah Pratama. Mahasiswa Hammam Bangkit, Dinisa Putri, Zahra Nadia, dan Agracia Mutiara turut mendukung kegiatan.
Pada akhir kegiatan, tim menyerahkan alat kesehatan dan sistem Genemia kepada Puskesmas Geneng. Serah terima tersebut mendukung keberlanjutan pemanfaatan inovasi untuk skrining anemia remaja.
Melalui Genemia, Polije mendorong pengelolaan data kesehatan remaja yang lebih terstruktur dan terintegrasi. Inovasi ini juga memperkuat fungsi TeFa Data Science sebagai ruang pembelajaran berbasis proyek.