
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus mengembangkan inovasi pembelajaran dan keberlanjutan lingkungan. Polije mengintegrasikan pendekatan Conceive-Design-Implement-Operate (CDIO) dalam Problem-Based Learning (PBL) melalui kolaborasi dengan Swisscontact dan SECO.
Pendekatan CDIO-PBL mendorong mahasiswa belajar melalui proyek dan persoalan nyata. Mahasiswa mengikuti tahapan mulai dari menyusun konsep, merancang, membuat prototipe, hingga menguji hasil.
Dalam proses tersebut, dosen dan manajer proyek membimbing mahasiswa pada setiap tahapan. Mahasiswa juga belajar menyusun anggaran, mengelola risiko, mengatur sumber daya, mengevaluasi prototipe, dan mempresentasikan hasil.
Selain pembelajaran, Polije memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Polije meraih peringkat kedua sebagai Perguruan Tinggi Terapan Paling Berkelanjutan di Indonesia dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026.
Capaian tersebut memperkuat komitmen Polije terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Polije juga mengembangkan pengelolaan sampah kampus melalui penguatan sistem pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang.
Polije mengintegrasikan panduan keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran. Langkah ini mendorong mahasiswa memahami pengelolaan lingkungan sekaligus menerapkannya dalam aktivitas kampus.
Selain itu, Teaching Factory (TEFA) menjadi bagian penting dalam pembelajaran terapan Polije. Fasilitas seperti Smart Greenhouse, Renewable Energy Center, Autohub, Bakery & Coffee Lab, Tefa UHT, fasilitas Rembangan, dan Stasiun Klimatologi mendukung pengalaman belajar berbasis praktik.
Polije juga memperluas pendidikan terapan melalui jaringan kampus di Bondowoso, Nganjuk, Sidoarjo, Ngawi, dan Sabu Raijua. Setiap kampus mengembangkan program yang menyesuaikan potensi ekonomi dan kebutuhan industri di wilayahnya.
Melalui integrasi CDIO-PBL dan pengelolaan kampus berkelanjutan, Polije menghubungkan pembelajaran, praktik industri, dan kepedulian lingkungan. Pendekatan ini memperkuat kompetensi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.