
JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat kompetensi pemandu wisata Desa Arjasa melalui program Farm-to-Table Storytelling. Program tersebut mendorong pemandu mengangkat potensi pangan dan budaya lokal dalam pengalaman wisata.
Kegiatan berlangsung pada 25 September 2026 dan melibatkan pemerintah serta masyarakat Desa Arjasa. Polije menjalankan program tersebut melalui PkM PNBP Skema Desa Binaan Tahun 2026.
Kepala Desa Arjasa, Wasi’ah, mendukung kolaborasi tersebut untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Sugianto, S.Sos., M.Par., juga berperan sebagai PIC kegiatan dari Desa Arjasa.
Tim PkM Polije diketuai Gullit Tornado Taufan, S.Pd., M.Pd. Anggotanya terdiri atas Khafidurrohman Agustianto, S.Pd., M.Eng., Julien Arief Wicaksono, S.Pd., M.Pd., Degita Danur Suharsono, S.Pd., M.Pd., dan Rizqi Febrian Pramudita, S.Pd., M.Pd.
Menurut tim Polije, wisata gastronomi memiliki peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan pangan kepada wisatawan. Selain kuliner, wisatawan dapat mengenal bahan lokal, tradisi, proses pengolahan, serta budaya masyarakat.
“Pendekatan Farm-to-Table Storytelling membantu pemandu menghubungkan perjalanan pangan dari sumber produksi hingga tersaji,” jelas tim PkM Polije.
Melalui pendekatan tersebut, pemandu tidak hanya menyampaikan informasi mengenai destinasi kepada wisatawan. Mereka juga dapat membangun cerita mengenai asal bahan, proses produksi, pengolahan, hingga penyajian makanan.
Dengan demikian, wisatawan memperoleh pengalaman lebih kontekstual saat menikmati produk kuliner Desa Arjasa. Mereka juga dapat memahami hubungan antara pangan, masyarakat, tradisi, dan budaya lokal.
Tim Polije menjelaskan bahwa kemampuan storytelling dapat memperkaya cara pemandu menyampaikan potensi gastronomi desa. Karena itu, pemandu perlu mengemas cerita pangan secara menarik, informatif, dan relevan.
“Penguatan kompetensi ini diharapkan memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat narasi potensi lokal Desa Arjasa,” ungkap tim pelaksana.
Program tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Polije dan Desa Arjasa mendorong penguatan sumber daya manusia pariwisata berbasis komunitas.