
JEMBER – Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melatih kelompok tani Desa Seputih, Mayang, mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik. Pelatihan tersebut mengenalkan teknologi Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan babat sapi.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Polije mendorong petani memanfaatkan limbah peternakan. Selain itu, kegiatan tersebut mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Para petani mengikuti penjelasan teori sekaligus praktik membuat pupuk organik padat. Mereka mencampurkan kotoran kambing dengan bahan pendukung dan MOL babat sapi.
Selanjutnya, tim pengabdian menjelaskan proses fermentasi dan cara mengatur kelembapan. Petani juga mempelajari ciri pupuk organik matang yang siap digunakan.
Teknologi tersebut memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Karena itu, petani dapat mengolah kotoran kambing menjadi produk yang mendukung kebutuhan pertanian.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui praktik bersama kelompok tani. Dengan cara tersebut, peserta dapat memahami proses dan menerapkannya secara mandiri.
Selain itu, MOL berbahan babat sapi menawarkan teknologi sederhana yang sesuai dengan potensi lokal. Kelompok tani Desa Seputih dapat mengembangkan teknologi tersebut menggunakan bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Melalui program ini, Polije mengajak masyarakat mengubah pandangan terhadap limbah peternakan. Kotoran kambing tidak lagi sekadar limbah karena petani dapat mengolahnya menjadi pupuk organik.
Program tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menerapkan teknologi tepat guna. Ke depan, pengolahan limbah peternakan dapat mendukung pertanian ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal.