Berita

Polije Kembangkan Mesin Penggiling Jagung dengan Penimbang Otomatis


Polije Kembangkan Mesin Penggiling Jagung dengan Penimbang Otomatis

JEMBER – Pengolahan biji jagung menjadi pakan ternak membutuhkan proses penggilingan dan penimbangan yang tepat. Karena itu, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan mesin penggiling jagung dengan penimbang otomatis berbasis ESP32.

Inovasi ini berangkat dari kebutuhan untuk mempermudah proses produksi pakan ternak. Dosen Polije, Salsabila Liandra Putri, S.KM., M.K.K.K., membimbing riset tersebut bersama empat mahasiswa.

Mereka terdiri atas Moh. Saifull Rizal, Mahfid Fariz Diza Mauliandra, Mohammad Naofal Auliyah, dan Muhammad Rizqi Almaghrabi. Bersama dosen pembimbing, mereka merancang mesin yang menggabungkan proses penggilingan dan penimbangan otomatis.

Selain menggunakan ESP32, mesin ini mengintegrasikan koneksi Bluetooth untuk mendukung komunikasi perangkat. Dengan kombinasi tersebut, pengguna dapat menjalankan proses pengolahan jagung secara lebih praktis.

“Mesin penggiling biji jagung dengan penimbang otomatis ini kami rancang untuk mengatasi kendala proses manual yang berisiko pada kesalahan penimbangan,” ujar Salsabila.

Untuk mengetahui kinerjanya, tim menguji fungsi penimbangan dan proses penggilingan. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kesalahan penimbangan berada di bawah satu persen.

Sementara itu, mesin menyelesaikan proses penggilingan dalam waktu sekitar 65 detik. Pengujian juga mencatat konsumsi daya listrik sebesar 93,5 watt.

Anggota tim, Moh. Saifull Rizal, menjelaskan manfaat otomatisasi dalam mendukung pekerjaan operator. “Penerapan sistem otomatisasi berbasis ESP32 ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi risiko kesalahan operator di lapangan,” ungkap Saifull.

Melalui sistem tersebut, pelaku usaha dapat mengurangi pekerjaan manual saat mengolah jagung. Selain itu, penimbangan otomatis membantu menjaga ketepatan takaran bahan baku pakan ternak.

Mesin ini berpotensi mendukung usaha pengolahan pakan ternak skala mikro dan menengah. Namun, pengujian lanjutan tetap diperlukan untuk mengevaluasi ketahanan mesin dan konsistensi kinerjanya.

Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, Polije terus mendorong pengembangan teknologi terapan. Ke depan, inovasi ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi produksi pakan ternak.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya