JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan alat Insect Killer berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengendalikan hama tanaman padi. Inovasi ini menawarkan alternatif pengendalian hama sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.
Dosen Jurusan Teknik Polije, Ahmad Rofi’i, S.Pd., M.Pd., memimpin riset capstone project ini. Dalam pengembangannya, ia bekerja sama dengan tiga mahasiswa, yaitu Muhammad Afif Firmansyah, Surya Anugrah Putra Handoko, dan Mohamad Hafiz Maulana Dito.
Dari sisi teknologi, tim menggabungkan panel surya, baterai, lampu ultraviolet, buzzer, dan kawat bertegangan. Selain itu, integrasi IoT mendukung pemantauan sistem secara real-time untuk membantu proses pengendalian hama.
“Sistem Insect Killer berbasis IoT ini kami rancang untuk mengendalikan hama secara otomatis sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen petani,” ujar Ahmad Rofi’i.
Untuk memastikan keamanan konstruksi, tim menguji mekanik alat melalui analisis tegangan (stress analysis). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Rofi’i menjelaskan bahwa rancangan alat memenuhi aspek keamanan dan kelayakan penggunaan.
Anggota tim mahasiswa, Muhammad Afif Firmansyah, menjelaskan fungsi alat dalam pengendalian hama.
“Penerapan teknologi ini juga terbukti efektif menarik serangga, mengusir burung, serta membasmi hama secara ramah lingkungan,” ungkap Afif.
Selain memanfaatkan energi surya, alat ini membantu petani mengembangkan metode pengendalian organisme pengganggu tanaman. Dengan demikian, teknologi tersebut berpotensi mendukung perlindungan tanaman padi sekaligus mengurangi penggunaan pestisida kimia.
Melalui riset tahun 2026 ini, tim Polije menghadirkan pendekatan otomasi untuk menjawab tantangan perlindungan tanaman pangan. Meski demikian, tim masih perlu melakukan pengujian lapangan untuk mengukur efektivitas alat terhadap berbagai jenis hama dan dampaknya pada hasil panen.
Ke depan, inovasi ini berpeluang mendukung praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pada akhirnya, pengembangan tersebut memperkuat kontribusi Polije dalam menghadirkan teknologi terapan yang sesuai dengan kebutuhan petani.