Berita

Polije Kembangkan Desa Wisata Badean Lewat Limbah Kopi dan Digitalisasi


Polije Kembangkan Desa Wisata Badean Lewat Limbah Kopi dan Digitalisasi

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, mengembangkan desa wisata berbasis ekonomi sirkular. Program ini mengolah limbah kulit kopi menjadi briket sekaligus memperkuat digitalisasi pengelolaan wisata.

Tim yang dipimpin Lintang Anis Bena Kinanti bersama Eka Yuniar, Fitriya Andriyani, dan mahasiswa menyediakan mesin pengolah kulit kopi. Dengan demikian, limbah pertanian dapat menjadi produk bernilai ekonomi.

“Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket dan penerapan sistem digital ini bertujuan menciptakan desa wisata mandiri berbasis ekonomi sirkular,” ujar Lintang.

Selain itu, tim memberikan pelatihan manajemen keuangan dan promosi online. Mereka juga mendampingi pengelola menggunakan aplikasi pembukuan harian serta mengembangkan situs web wisata yang terintegrasi dengan QRIS.

Kepala Desa Badean, Purnanto, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan keterampilan baru bagi warga.

“Pelatihan pembuatan briket ini sangat membantu menambah pengalaman sekaligus perekonomian warga dari limbah kulit kopi,” kata Purnanto.

Sementara itu, pengelola wisata merasakan manfaat dari penerapan teknologi digital untuk mendukung kegiatan operasional.

“Situs web dan aplikasi pembukuan ini sangat simpel, praktis, serta mudah kami mengerti,” ujar pengelola Wisata Desa Badean.

Program ini didanai penuh melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kemendiktisaintek tahun 2026. Melalui program tersebut, Polije berharap pengolahan limbah dan digitalisasi dapat memperkuat ekonomi warga serta mendorong wisata desa yang berkelanjutan.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya